URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 24 April 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 13 users
Total Pengunjung: 4382710 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PERINTAH AJARKAN KEBAIKAN AGAMA KEPADA ANAK 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/4/2019 ]
 
PERINTAH AJARKAN KEBAIKAN AGAMA KEPADA ANAK

Luthfi Bashori


Sy. Abu Hurairah RA mengutarakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak seorang anak pun yang lahir melainkan dalam keadaan suci bersih. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Sy. Abu Hurairah RA juga menyampaikan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak seorang pun bayi yang baru lahir melainkan dalam keadaan suci. Kedua orangtuanyalah yang menyebabkan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani, dan Musyrik.”

Bertanyalah seorang laki-laki, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau anak itu sebelumnya (maksudnya, mati sebelum disesatkan oleh orangtuanya) ?”

“Allahlah yang Maha Mengetahui apa yang telah mereka lakukan.” (HR. Muslim).

Dari dua riwayat hadits di atas menerangkan bahwa pengaruh dari kedua orang tua itu sangat berpotensi menjadikan setiap dari generasi muda untuk menemunkan jati dirinya. Jika ke dua orang tuanya mengajarkan dan mencontohkan kebaikan kepada anak-anaknya, maka mereka akan tumbuh dewasa menjadi generasi yang baik dan mulia.

Namun jika sebaliknya, para orang tua tidak peduli terhadap perkembangan anak-anaknya, maka bermunculannya anak-anak jalanan yang tidak memiliki masa depan dengan baik secara jelas, termasuk akibat dari kelalaian para orang tua yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap kebaikan anak-anaknya.

Karena itu Nabi Muhammad SAW berpesan, “Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. Ibnu Majah).

Sy. Abu Hafs Umar bin Abu Salamah RA mengungkapkan, “Ketika masih kecil, saya berada dalam asuhan Rasulullah SAW. Saya sering berganti-ganti tangan untuk mengambil makanan di piring. Kemudian Nabi SAW bersabda kepada saya, “Wahai Nak, sebutlah nama Allah Ta’ala. Makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang terdekat. Seperti itulah cara makan saya setelah itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Riwayat di atas ini, menunjukkan betapa Rasululah SAW sangat peduli terhadap pendidikan generasi penerus umat Islam, hingga sekecil apapun jika untuk kebaikan, maka beliau SAW pun sangat memperhatikan hingga tidak luput dari pengawasannya. Baik terhadap urusan tata cara kebiasaan pribadi, atau norma kemasyarakatan, terlebih urusan ibadah.

Sy. Amir bin Syu’aib mendengar dari ayahnya, yang mana ia mendapat cerita dari kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perintahlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik) karena meninggalkan shalat apabila berumur sepuluh tahun. Juga pisahkanlah tempat tidur mereka (yang lelaki dan yang perempuan).” (HR. Abu Dawud).

Kepedulian Rasulullah SAW terhadap kebaikan anak-anak juga ditampakkan dalam doa-doanya, sebagaimana Sy. Usamah bin Zaid RA menceritakan, suatu saat Nabi Muhammad SAW berdo’a ketika memangku Sy. Hasan dan Sy. Husein: “Kedua anak ini adalah anakku dan cucu dari anak perempuanku. Oleh karena itu, Wahai Allah, sungguh aku sangat mencintai keduannya. Maka, cintailah mereka dan cintailah pula orang-orang yang mencintainya.” (HR. At-Tirmidzi. Ia nyatakan hadits ini hadits gharib),

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam