URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 27 Mei 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 300 users
Total Pengunjung: 4420582 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KELUARGA BERENCANA DALAM CATATAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 13/3/2019 ]
 
KELUARGA BERENCANA DALAM CATATAN

Luthfi Bashori


Menurut wikipedia, Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran.

Dalam ber-Keluarga Berencana (KB), secara garis ada dua macam cara orang melakukan KB. Yang pertama adalah Tahdid/qath’un Nasli (memutus kelahiran) atau KB Permanen, yaitu sterilisasi yang dapat mencegah kehamilan untuk selamanya, adakalanya dengan cara Tubektomi yang dilakukan pada pihak istri, yaitu operasi memotong/memutus saluran telur wanita, atau Vasektomi yang dilakukan pada pihak suami, yaitu memotong/memutus saluran bibit pria. Menurut hukum Islam, KB Permanen ini hukumnya haram.

Yang kedua adalah Tandzimun Nasli (mengatur jarak kehamilan) atau KB Nonpermanen, yaitu upaya mengatur jarak kehamilan baik secara alami, semisal memperpanjang masa menyusui, tidak berhubungan intim di masa subur, dan Azl yaitu mengeluarkan sperma di luar tubuh. Atau menggunakan alat bantu, seperti mengkonsumsi Pil KB, Suntik KB, Susuk (Impalan), Kondom dan lain sebagainya. Hukum KB Nonpermanen selagi dilakukan dengan cara yang tidak bertentangan dengan syariat, maka boleh-boleh saja atau mubah.   

KB Nonpermanen pernah dilakukan di zaman Rasulullah SAW. sebagaimana Sy. Abu Sa’id Al-Khudri RA mengatakan, masalah ‘Azl pernah dibicarakan orang dekat Nabi Muhammad SAW. Lantas beliau SAW bertanya, “Apa itu ‘Azl ?”

Seorang shahabat menjawab, “Seorang pria yang menyetubuhi istrinya yang sedang menyusui anaknya, tetapi ia tidak ingin istrinya itu hamil. Atau, seorang pria menyetubuhi hamba sahayanya, namun ia tidak ingin sahaya itu hamil karenanya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada gunanya kalian berbuat seperti itu karena kehamilan itu termasuk qadar (takdir Allah).”

 Kata Sy. Ibnu ‘Aum, setelah hal itu ia kabarkan kepada Hasan, Sy. Hasan mengatakan, “demi Allah, sesungguhnya yang demikian itu adalah teguran  dari Allah SWT.” (HR. Muslim),

Dalam hadits di atas ini tidak ada pelarangan dari Rasulullah SAW, namun beliau SAW hanya memberitahukan, bahwa upaya KB Nonpemanen itu belum tentu berhasil seperti keinginannya, karena adakalanya seseorang telah melakukan KB, tapi tetap saja Allah menentukan yang lain, yaitu sang istri bisa saja tetap hamil karena faktor taqdir dari Allah.  
Kegagalan ber-KB Nonpermanen ini pernah terjadi di masa Rasulullah SAW. Ada seorang laki-laki yang memberikan pengakuan kepada Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya aku mempunyai seorang budak wanita dan aku selalu ber-‘Azl dengannya.”

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hal itu tidak akan dapat mencegah sesuatu yang dikehendaki oleh Allah SWT.”

Beberapa waktu kemudian lelaki itu menghadap Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah SAW, sesungguhnya budak wanitaku telah hamil.”

Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah hamba utusan Allah.” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Sedangkan hukum bolehnya ber-KB Nonpermanen, para ulama mengambil dasar dari pernyataan Sy. Jabir RA,  “Kami telah melakukan ‘Azl pada masa Rasulullah SAW, dan berita perbuatan kami itu sampa pula kepada beliau SAW, tetapi beliau SAW tidak melarang kami melakukannya.” (HR. Muslim).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam