URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BERAPA SIH, BIAYA PERNIKAHAN ITU ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/3/2019]
   
LARANGAN MEMANDANG SESEORANG YANG BUKAN MAHRAMNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/3/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/3/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/3/2019]
   
INTRIK-INTRIK POLITIK PANGGILAN "KAFIR - NON MUSLIM" 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/3/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 23 Maret 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 535 users
Total Pengunjung: 4334469 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERAPA SIH, BIAYA PERNIKAHAN ITU ? 
Penulis: Pejuang Islam [ 10/3/2019 ]
 
BERAPA SIH, BIAYA PERNIKAHAN ITU ?



Luthfi Bashori


Pernikahan yang terbaik adalah berniat ibadah, baik itu bagi kedua mempelai maupun kedua besan atau kedua orang tua dari masing-masing mempelai. Jika pernikahan itu berniat ibadah, maka biayanya akan menjadi sangat murah.
Namun di saat sebuah pernikahan itu dihelat dengan cara melihat status sosial atau gengsi keluarga, di sinilah biasanya biaya pernikahan bisa membengkak, bahkan berapapun dana yang disiapkan akan habis, bisa-bisa akan kekurangan.

Seringkali masyarakat mendengar berita tentang pernikahan seorang pejabat teras, atau anak pejabat teras, atau mendengar pernikahan seorang artis kondang yang menelan biaya hingga hitungan Miliar rupiah.

Tapi bagi warga desa, terutama dari golongan miskin, atau di kalangan orang-orang shaleh ahli ibadah, maka biaya pernikahan itu bisa ditekan sedemikian rupa hingga tidak memberatkan bagi mereka, karena tujuan utama pernikahan itu adalah beribadah mencari keridhaan Allah, tanpa harus memandang status sosial serta gengsi keluaga.

St. Aisyah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya sebesar-besarnya berkah nikah adalah yang sederhana belanjanya.” (HR. Ahmad).

St. Anas RA juga menceritakan, bahwa ia belum pernah melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah resepsi untuk salah seorang putrinya. Akan tetapi, beliau SAW pernah mengadakan walimah untuk St. Zainab dengan menyembelih seekor domba.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW pernah mengundang walimah pernikahan sejumlah 300 orang, namun beliau SAW hanya menyuguhkan kue untuk konsumsinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Sy. Anas bin Malik RA saat ia mengisahkan, setelah Rasulullah SAW menikah dengan St. Zainab, beliau SAW pergi ke rumah istrinya.

Sementara itu ibu Sy. Anas, yaitu St. Ummu Sulaim membuat kue yang diletakkannya dalam mangkuk untuk dihadiahkan kepada Rasulullah SAW.
“Wahai Anas, pergilah. Antarkan kue ini kepada Rasulullah SAW.” Perintah St. Ummu Sulaim. “Katakan bahwa ini sedikit kiriman dari ibu untuk beliau SAW, dan sampaikan salam ibu kepada beliau SAW.”

Sy. Anas segera mengantar kue itu kepada Rasulullah SAW seraya berkata, “Ibuku menyuruh aku mengantarkan kue yang dibuatnya sendiri untuk engkau, dan ia mengirimkan salam untuk engkau (Wahai Rasulullah SAW).”

Rasulullah SAW bersabda, “Letakkanlah di situ, setelah itu, pergilah kamu mengundang orang-orang untuk datang ke sini, si Fulan, si Fulan, si Fulan, beliau SAW menyebutkan beberapa nama, dan siapa saja yang bertemu denganmu.”

Lalu Sy. Anas pergi mengundang orang-orang yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dan siapa saja yang ditemuinya.

Sy. Abu Utsman bertanya kepada Sy. Anas, “Berapa kira-kira jumlah undangan itu ?”

“Sekitar tiga ratus orang,” jawab Sy. Anas

Rasulullah SAW bersabda kepada Sy. Anas, “Bawalah kemari kue tadi.”

Sementara itu para tamu telah banyak yang datang, sehingga memenuhi ruangan dalam dan pelataran. Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Buatlah kelompok-kelompok, setiap kelompok terdiri dari sepuluh orang dan menyantap hidangan yang ada di dekatnya.”

Para tamu pun menikmati (kue pemberian ibu Sy. Anas) sampai kenyang. Kelompok yang telah selesai makan lalu keluar ruangan dan digantikan dengan kelompok yang lain, sehingga semuanya tidak ada yang ketinggalan.

Setelah selesai, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Anas, angkatlah (sisa kuenya).”

Sy. Anas mengangkat sisa hidangan itu, seraya berkata, “Aku tidak tahu, apakah hidangan itu memang banyak ketika dihidangkan atau mungkin bertambah ketika kuangkat.” (HR. Muslim)

Di samping riwayat di atas ini menerangkan berapa jumlah undangan walimah yang pernah dilakukan oleh Rasululah SAW, juga menerangkan tentang mukjizat beliau SAW yang bisa memperbanyak makanan yang semula hanya cukup untuk satu dua orang, ternyata cukup dinikmati hingga 300 orang.

Dalam kisah yang lain, Sy. Anas RA menceritakan saat pernikahan Rasulullah SAW dengan St. Shafiyah binti Hayyi bin Akhthab. Di tengah perjalanan, St. Ummu Sulaim menyiapkan segala sesuatunya untuk beliau SAW.

Lantas Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempunyai suatu makanan, hendaklah membawanya kemari !”

Selanjutnya beliau SAW menghamparkan kulit untuk alas makanan.
Selang beberapa waktu, ada orang yang membawa keju, ada yang membawa samin, dan ada yang membawa kurma. Kemudian mereka menyiapkan makanan seadanya untuk walimah. Mereka pun menikmati makanan yang tersedia, kemudian minum dari bejana penampung air hujan yang ada di samping mereka. Begitulah walimah yang pernah diadakan oleh Rasulullah SAW. (HR. Muslim).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam