URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 472 users
Total Pengunjung: 4197934 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SEDANG-SEDANG SAJALAH HIDUP DI DUNIA ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 1/12/2018 ]
 
SEDANG-SEDANG SAJALAH HIDUP DI DUNIA !

Luthfi Bashori

Allah berfirman yang artinya:

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali mereka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud, 15-16).

Sering kita mendengar orang yang mengatakan, bahwa kehidupan dunia itu hanyalah sebentar atau sementara, maksudnya jika dibandingkan dengan kehidupan setelahnya, yaitu kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti. Karena itu sangatlah salah jika ada seseorang yang lebih mementingkan kehidupan duniawi tanpa peduli dengan kehidupan akhiratnya, hingga enggan mempersiapkannya.

Bagaimana tidak, dulu Rasululah SAW telah mencontohkan, bahwa beliau SAW memilih kehidupan yang sangat sederhana, bukan karena beliau SAW tidak mampu untuk mencari dan mengumpulkan harta, namun kesederhanaan yang beliau peragakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai pilihan hidup.

Sebagaimana Sy. Abdullah bin Mas’ud RA memberitahukan, bahwa Rasulullah SAW selalu tidur di atas tikar. Ketika beliau bangun, tampak jelas bekas tikar itu di kulitnya.

Kemudian ada shahabat yang mengusulkan, “Wahai Rasulullah, bagaimana jika kami ambilkan kasur untukmu ?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Apalah artinya dunia ini buat diriku. Aku di dunia ini bagaikan orang yang bepergian dan berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi).

Menjalani kesenangan hidup di dunia yang berlebih-lebihan, apalagi jika sampai melanggar aturan syariat, termasuk  dari kesalahan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Alquran menyatakan yang artinya:

“Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia ahnyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat.” (QS. Ar-Ra’d, 26).

 Sy. Ibnu Umar RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hiduplah di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang sedang lewat sebentar.” (HR. Al-Bukhari).
Menjadi kaya itu tidak dilarang oleh syariat, terutama jika kekayaannya itu dipergunakan untuk kepentingan perjuangan agama Islam dan membantu umat Islam yang perlu dibantu, karena tidak mampu dalam menjalani kehidupannya.

Jadi yang diperbolehkan oleh syariat itu adalah mengumpulkan harta, namun bukan untuk ditimbun demi menumpuk kekayaan pribadi dan dinikmati diri sendiri. Karena setiap harta yang dimiliki oleh seseorang itu kelak akan dipertanyakan oleh Allah di padang Mahsyar, dari mana ia peroleh dan ia pergunakan untuk apa saja. Tentu setiap orang akan mempertanggungjawabkan apa yang dikerjakan selama hidup di dunia, termasuk urusan kepemilikan harta bendanya.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam