URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 451 users
Total Pengunjung: 4197864 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
EMPAT JAM I`TIKAF DI DAKKAH MASJID NABAWI 
Penulis: Pejuang Islam [ 16/11/2018 ]
 
EMPAT JAM I`TIKAF DI DAKKAH MASJID NABAWI

Luthfi Bashori

Pada hari ke dua, kami tidak shalat berjamaah Shubuh di masjid Nabawi, karena sudah terlalu capek beraktifitas.

Setelah shalat berjamaah di penginapan, kami melanjutkan istirahat hingga pukul 07.30 waktu setempat. Setelah itu kami mencari sarapan pagi, kebetulan di sebelah penginapan banyak penjual makanan.

Ada Broast (semacam KFC), ini termasuk menu lama yang dulu saya pribadi sering membelinya saat mukim di Saudi. Kami pun memilih ayam Broast dan beli satu porsi jumbo, ternyata isinya cukup banyak, maka kami makan berdua.

Usai sarapan kami pergi ke masjid Nabawi untuk shalat sunnah di Raudhah dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Karena tidak terikat kewajiban lainnya, maka kami lanjut beri`tikaf di dalam masjid Nabawi dengan durasi yang cukup lama, hingga dapat ikut berjamaah shalat Dhuhur.

Di pagi itu pula, kami sempatkan berziarah ke makam Baqi` hingga masuk ke dalam sampai ke makam Sy. Utsman bin Affan, St. Aisyah, dan para istri Rasulullah SAW, St. Fathimah binti Muhammad SAW, Sy. Abbas bin Abdul Mutthalib, Sy. Ibrahim bin Muhammad SAW, Sy. Hasan bin Ali, Sy. Ali Zainal Abidin, Sy. Muhammad Albagir, Sy. Jakfar Shadiq dan para shahabat lainnya.

Sepulang shalat Dhuhur di masjid Nabawi, kami pun mencari makan siang. Sambil berjalan, tiba-tiba saya teringat keluarga di rumah. Maka saya katakan kepada Hb. Zen Ba`bud kalau saya ingin membelikan oleh-oleh kenang-kenangan atau barakah dari Madinah.

Maka siang itu pun kami selesaikan belanja oleh-oleh keluarga. Berikutnya kami pulang ke penginapan untuk beristirahat.

Saat rebahan di kamar, kami sama-sama tidak dapat tidur, namun ngobrol berdua, sambil merencanakan beberapa kegiatan berikutnya.

Menjelang Maghrib, kami keluar mencari makan, dan saya memilih shawarma atau semacam sandwich Arab, sekalian mengenang masa lampau.

Ringkas cerita, kami bersepakat akan berada di masjid secara full untuk malam itu.

Alhamdulillah sekitar pukul 23.00 kami dapat masuk Raudhah untuk beri`tikaf, disambung berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Saya juga mengajak Hb. Zen Ba`abud agar bisa beri`tikaf di Dakkah atau beranda masjid Nabi, yang mana di jaman dahulu adalah tempat para Shahabat Ahlus Shuffah bermukim saat mereka mencari ilmu langsung kepada Rasulullah SAW.

Lokasi Dakkah tepatnya di belakang makam Rasulullah SAW. Untuk masuk ke Dakkah, maka harus keluar dulu dari masjid dan jalan berputar hingga sampai pada Babun Nisa`.

Sayangnya, jika malam hari semua pintu masjid Nabawi selain Babus Salam sebagai tempat masuknya para jamaah dan Bab Jibril sebagai tempat keluarnya para jamaah, masih ditutup hingga pukul 02.00.

Maka kami pun duduk-duduk santai di halaman belakang masjid, sambil menunggu pintu-pintu lainnya mulai dibuka. Saat itulah kami sangat menikmati cuaca sejuk kota Madinah dengan gemerlapan lampu halaman masjid Nabawi yang cukup menawan.

Tepat pukul 02.00 pintu-pintu itu dibuka, maka kami bersama jamaah lainnya berhamburan masuk masjid, dan Alhamdulillah kami dapat tempat duduk di Dakkah, bahkan hingga waktunya shalat Shubuh sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

Dalam kesempatan duduk di Dakkah yang panjang itulah saya membuka HP dan membaca satu persatu nama anggota di group-group WA yang saya termasuk anggota di dalamnya.

Saya sampaikan salam mereka kepada Rasulullah SAW serta saya doakan demi kebaikan dunia dan akhirat. Karena lokasi Dakkah itu tepat berada di belakang makam Rasulullah SAW.

Inisiatif ini terpikirkan, karena saya melihat betapa banyaknya kawan-kawan WA yang titip salam dan minta didoakan. Jadinya, saya seperti mengabsen satu persatu ratusan nama yang ada di group-group WA tersebut.

Semoga titipan salam mereka itu diterima oleh Rasulullah SAW dan doa untuk mereka juga diijabahi oleh Allah SWT.

Setelah shalat Shubuh, ternyata kami sudah ditunggu oleh Hb. Salim Alkaaf dan Akh. Najiyullah, karena hendak dijamu sarapan Taqathi`, Fuul, Tamis dan menu khas Arab lainnya.

BERSAMBUNG.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam