URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
IMAN SIAPAKAH YANG TELAH MERASUK DALAM TULANG SUMSUM ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2018]
   
SY. ABU UBAIDAH BIN AL-JARRAH KESAYANGAN RASULULLAH SAW 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/10/2018]
   
KRITERIA IMAM SHALAT BERJAMAAH YANG DIANJURKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/10/2018]
   
SANG PEMUDA BERILMU YANG TERHORMAT ITU, SY. ABDULLAH BIN ABBAS RA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 16 Oktober 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 288 users
Total Pengunjung: 4106107 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SANG PEMUDA BERILMU YANG TERHORMAT ITU, SY. ABDULLAH BIN ABBAS RA 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/10/2018 ]
 
SANG PEMUDA BERILMU YANG TERHORMAT ITU, SY. ABDULLAH BIN ABBAS RA

Luthfi Bashori


Terkadang ada seseorang yang berusia sangat muda belia, namun oleh masyarakat diperlakukan layaknya sebagai orang tua, hingga tak jarang pemuda tersebut dijadikan rujukan bagi kehidupan masyarakat,  karena ia memiliki kedalaman ilmu dan kedewasaan sikap yang benar-benar menunjukkan kematangan dalam berpendapat maupun bertindak.

Contohnya, Sy. Abdullah bin Abbas RA menceritakan bahwa Khalifah Umar bin Khatthab RA telah memasukkan dirinya di saat masih berusia muda ke dalam (golongan) orang tua ahli badar, maka di antara mereka ada yang tidak menyukai keputusan itu, dan bertanya,

“Mengapa orang (anak muda) ini dimasukkan ke dalam kumpulan kami, sedangkan kami mempunyai anak yang seusia dengannya (namun tidak dimasukkan juga)?”

“Sungguh ia orang yang kalian ketahui sendiri (kualitas ilmu dan keislamannya sangat dalam).” Jawab Khalifah Umar RA secara diplomatis.

Maka suatu hari Khlifah Umar RA mengundang Sy. Abdullah bin Abbas RA bersama-sama dengan mereka (para orang tua ahli badar). Sy. Ibnu Abbas RA sudah merasa bahwa Khalifah Umar RA mengundangnya di majelis orang tua itu, tidak lain untuk menunjukkan keutamaan dirinya kepada mereka, dan ternyata dugaan itu benar.

Khalifah Umar RA bertanya kepada seluruh yang hadir, “Bagaimana pendapat kalian tentang firman Allah SWT (Arti QS. An-Nashr, 1), “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan)?”

Sebagian di antara mereka mengatakan, “Kita diperintahkan untuk memuji Allah dan meminta ampunan kepada-Nya apabila kita mendapatkan pertolongan dan kemenangan.” Sebagian yang lain hanya terdiam.

Lalu Khalifah Umar RA bertanya kepada Sy. Abdullah bin Abbas RA, “Apakah demikian juga pendapatmu, hai Ibnu Abbas?”

“Tidak,” Tegas Sy. Abdullah bin Abbas RA.

“Lalu apa pendapatmu?”

Sy. Abdullah bin Abbas RA menjelaskan, “Hal itu mengisyaratkan (dekatnya saat) ajal Nabi Muhammad SAW yang diberitahukan oleh Allah kepadanya. Allah berfirman yang artinya, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan ,” maka hal itu merupakan alamat (dekatnya) ajalmu, karena itu, ‘bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sungguh Dia Maha Penerima tobat.

Khalifah Umar RA menyatakan, “Aku tidak memiliki penafsiran lain mengenai ayat itu, kecuali seperti apa yang baru saja engkau katakan.” (HR. Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan Ahmad).

Kealiman Sy. Abdullah bin Abbas RA ini adalah berkat doa Rasulullah SAW sebagaimana yang dinyatakan sendiri oleh Sy. Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) RA, “Suatu saat  Rasulullah SAW mendekap diriku ke dadanya, lalu beliau SAW bersabda, “Wahai Allah, berilah kepadanya pemahaman dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hal ini terbukti juga, bahwa Khalifah Umar RA menjadikan Sy. Abdullah bin Abbas RA di kala usia muda sebagai salah satu anggota majelis musyawarah bersama para shahabat sepuh peserta perang badar, sesuai riwayat  Imam Al-Bukhari, Imam At-Tirmidzi dan Imam Ahmad bin Hanbal di atas.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam