URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 472 users
Total Pengunjung: 4197928 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SY. ABBAS BIN ABDUL MUTTHALIB BAPAK PARA RAJA 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/10/2018 ]
 
SY. ABBAS BIN ABDUL MUTTHALIB BAPAK PARA RAJA

Luthfi Bashori


Menurut para ulama Aswaja, bahwa pendapat yang paling mu’tamad (terpercaya), sejak pemerintahan Islam dipegang oleh Shahabat Mu’awiyah, pasca kekhalifahan Sy. Abu Bakar, Sy. Umar, Sy. Utsman, Sy. Ali dan Sy. Hasan bin Ali  dengan masa kekhalifahan selama 30 tahun, maka sejak itu pula pemerintahan dipegang oleh para sultan atau raja dengan sistem kesultanan atau kerajaan, walaupun mereka masih memanggil para raja tersebut dengan sebutan khalifah, seperti Khalifah Mu’awiyah dan para keturunannya yang lazim disebut sebagai Bani Umayyah.

Setelah masa pemerintahan  Bani Umayyah, maka berkuasalah pemerintahan Bani Abbasiyah, yaitu para raja keturunan dari Sy. Abbas bin Abdul Mutthalib pamanda Rasululah SAW. Kekuasaan para raja Bani Abbasiyah ini sebenarnya sudah dikhabarkan oleh Rasulullah SAW kepada sang paman tersebut.

Sebagaimana Sy. Abu Hurairah RA memberitahukan, bahwa suatu hari Nabi Muhammad SAW keluar dan bertemu dengan Sy. Abbas bin Abdul Mutthalib. Lalu beliau SAW bersabda,

“Wahai Abu Fadhl, maukah engkau kuberi kabar gembira ?”

“Tentu, wahai Rasulullah,” jawab Sy. Abbas RA.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mengawali perkara khilafah ini dariku dan akan mengkhirinya pada keturunanmu.” (HR. Abu Nu’aim).

Demikian juga Sy. Abdullah bin Abbas RA mengungkapkan bahwa ibunya (St. Ummul Fadhl) yang sedang mengandung bercerita, suatu ketika ia berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW dan bersabda kepadanya, “Wahai Ummul Fadhl, engkau sekarang sedang mengandung bayi lelaki. Jika telah lahir nanti, bawalah kepadaku.”

Setelah melahirkan, Ummul Fadhl membawa bayinya kepada Nabi SAW. Lalu beliau mengumandangkan adzan di telinga kanan bayi itu dan iqamah di telinga kirinya. Kemudian beliau mentahnik (menyuapi) bayi itu dan bersabda, “Ummul Fadhl, pulanglah bersama bapak para khalifah ini.”

Sesampai di rumah, Ummul Fadhl menceritakan semua itu kepada suaminya, Sy. Abbas bin Abdul Mutthalib RA. Ia pun segera berpakaian rapi dan mendatangi Rasulullah SAW, untuk menanyakan kebenaran cerita istrinya. Beliau SAW pun membenarkan dan bersabda, “Darinya nanti akan lahir As-Sifan, Al-Muhtadi, dan orang yang akan shalat bersama Isa bin Maryam AS.” (HR. Abu Nu’aim).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Di antara (keluarga) kami ada Al-Qaim, Al-Manshur, As-Saffah, dan Al-Mahdi. Al-Qaim akan menjadi khalifah yang tidak menumpahkan darah. Al-Manshur tidak akan di tolak kebenarannya. As-Saffah suka mengalirkan harta dan darah. Sementara itu, Al-Mahdi akan memenuhi pemerintahanya dengan keadilan sebagaimana sebelumnya ia dipenuhi dengan kedzaliman.” (HR. Ibnu Asakir).

Sy. Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) RA bercerita Rasulullah SAW mendekapkan diriku ke dadanya, lalu bersabda, “Wahai Allah, berilah kepadanya pemahaman dalam agama.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
 

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam