URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/9/2018]
   
KEBUSUKAN NANAH AHLI NERAKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/9/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/9/2018]
   
MEMBAYANGKAN SITUASI NERAKA JAHANNAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/9/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 23 September 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 314 users
Total Pengunjung: 4074647 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MEMAHAMI HAKIKAT KEHIDUPAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 22/4/2018 ]
 
MEMAHAMI HAKIKAT KEHIDUPAN

Luthfi Bashori


Terkadang untuk dapat memaknai dan memahami suatu kehidupan itu, harus banyak membaca kisah para nabi dan orang-orang shaleh yang pernah hidup di jaman dahulu. Karena kisah-kisah yang baik itu seringkali dapat membangunkan jiwa yang tertudir dan terlena.

Kebanyakan orang memahami dan mengartikan suatu makna kehidupan itu hanyalah secara lahiriyah semata, padahal seringkali Allah memberikan definisi yang lain karena adanya rahasia di balik penciptaan dan ketentuan taqdir yang telah digariskan oleh Allah.

Contohnya, suatu saat Sy. Abu Hurairah RA mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dulu Nabi Musa AS bertanya kepada Tuhannya enam perkara. Beliau AS menduga bahwa enam perkara itu menjadi milik beliau sepenuhnya, dan perkara yang ke tujuh, Nabi Musa AS tidak menyukainya.

Beliau AS bertanya kepada Allah, “Wahai Tuhanku, siapakah hamba-Mu yang paling bertakwa?”

Allah menjawab, “Orang yang selalu mengingat (Allah) dan tidak pernah lupa.”

“Siapakah Hamba-Mu yang paling banyak mendapat petunjuk.”

“Orang yang mengikuti petunjuk.”

Nabi Musa AS bertanya lagi, “Siapakah hamba-MU yang paling adil?”

“Orang yang memberikan hukuman (penilaian) kepada orang lain sebagaimana ia menilai diri sendiri.”

“Siapakah hamba-Mu yang paling alim?” tanya Musa AS

Allah SWT menjawab, “Orang yang tidak pernah kenyang dengan ilmu sampai seluruh ilmu manusia menjadi miliknya.”

Siapakah hamba-Mu yang paling mulia?”

“Orang yang apabila diberi kuasa (membalas), maka dia memberikan maaf.”

“Siapakah hamba-Mu yang paling kaya?”

“Orang yang selalau rela dengan pemberian.”

“Siapakah hamba-Mu yang paling fakir?”

“Orang yang dimurkai.”

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, “Yang disebut kekayaan bukanlah banyaknya harta. Kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa. Kalau Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba, maka Dia membuatnya kaya jiwanya dan memiliki ketakwaan dalam hati. Ketika Allah menghendaki keburukan/kerugian kepada seorang hamba, maka dia menjadikan kefakirannya berada di antara kedua matanya.” (HR. Ibnu Hibban).

Tertarik dengan definisi ‘orang yang paling kaya’ menurut petunjuk Allah, ternyata adalah mereka yang selalu rela dan menerima dengan ikhlas dengan pemberian dari Allah, terserah diberi rejeki berapa, entah banyak atau sedikit, ini tentunya setelah berusaha bekerja secara maksimal.

Demikian juga definisi orang yang paling fakir itu adalah orang yang dimurkai oleh Allah, baik dari kalangan pemilik harta yang melimpah ruah, maupun orang-orang yang tidak berduit sama sekali, jika perilakuknya selalu bertentangan dengan aturan syariat Allah, lantas Allah murka kepada mereka, maka itulah hakikatnya kelompok yang paling fakir di dunia maupun akhirat.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam