URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 27 Mei 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 75 users
Total Pengunjung: 3910933 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
NABI ADAM AS, MANUSIA YANG CERDAS NAMUN KALAH OLEH RAYUAN  
Penulis: Pejuang Islam [ 21/4/2018 ]
 
NABI ADAM AS, MANUSIA YANG CERDAS NAMUN KALAH OLEH RAYUAN 

Luthfi Bashori


Nabi Adam, adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Sebagai manusia pertama, tentu beliau mempunyai banyak kelebihan dan sekaligus memiliki kekurangan yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Di antara kelebihan Nabi Adam, beliau memiliki kecerdasan yang melebihi para malaikat, bahkan dengan kecerdasan yang dimiliki itu beliau sempat berdebat dengan para malaikat, dan tentu saja Nabi Adam yang menang. Namun sebagai manusia, beliau juga memiliki kekurangan seperti mudah terprovokasi oleh godaan setan dan sangat mencintai kehidupan.

Menurut Sy. Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan, “Sesungguhnya orang pertama yang membantah adalah Nabi Adam. Sungguh, ketika Allah menciptakan Nabi Adam, Dia mengusap punggungnya. Dia mengeluarkan dari sana keturunan Nabi Adam hingga hari kiamat. Kemudian diperlihatkan keturunannya kepadanya. Nabi Adam melihat ada seseorang yang bercahaya, maka bertanyalah ia, “Wahai Tuhanku, siapakah dia?”

Allah SWT berfirman, “Dialah Dawud, anakmu.”

“Berapakah usianya?”

“Enam puluh tahun,” firman Allah SWT.

Adam memohon, “Tuhanku, tambahkan usianya.”

Allah berfirman, “Tidak, kecuali Aku menambahnya dari usiamu.”

Nabi Adam dikaruniai usia seribu tahun. Lalu diambil empat puluh tahun untuk ditambahkan kepada Dawud. Allah menetapkan hal itu dalam kitab dan disaksikan oleh para malaikat. Ketika Nabi Adam sampai pada ajalnya, maka datanglah malaikat untuk mecabut nyawanya. Namun Nabi Adam menolak, “Sungguh, usiaku masih tersisa empat puluh tahun.”

Allah SWT berfirman, “(Bukankah) engkau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud ?”

Adam membantah, “Aku tidak pernah melakukannya.”

Lalu Allah SWT memperlihatkan kitab dan para malaikat menjadi saksinya. (HR. Ahmad).

Cinta kehidupan inilah yang banyak diwarisi oleh anak cucu Nabi Adam, bahkan hampir setiap orang, berapapun usianya jika ditanya, mau memilih umur panjang atau umur pendek saja? Maka jawabannya pasti hampir seragam, yaitu “panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia..!”

Anak cucu Nabi Adam juga paling mudah terprovokasi godaan dan rayuan setan, bahkan tak jarang ada berita hoax yang dibisikkan oleh setan pun, langsung menjadi konsumsi utama anak cucu Nabi Adam, bahkan seakan-akan menjadi sebuah kebenaran, padahal hanya karangan setan semata,

Namun karena setan itu jagonya merayu, tentunya dengan menggunakan bumbu-bumbu tertentu yang sekira dapat menyakinkan terhadap anak cucu Nabi Adam, hingga mereka pun satu persatu termakan oleh provokasi setan tersebut.

Kira-kira begitulah gambaran manusia sebagai anak cucu Nabi Adam dari dulu hingga kini, kecuali bagi orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah, hingga terjaga dari pengaruh godaan dan rayuan setan.



   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam