URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/8/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/8/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/8/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/8/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/8/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 20 Agustus 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 99 users
Total Pengunjung: 4031348 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SETIAP PENYAKIT ITU ADA OBATNYA 
Penulis: Pejuang Islam [ 12/4/2018 ]
 
SETIAP PENYAKIT ITU ADA OBATNYA

Luthf Bashori


Ikhtiar berobat bagi orang yang sakit itu adalah perintah syariat. Jadi seorang muslim itu tidak boleh pasrah demikian saja terhadap penyakit yang menimpanya tanpa berusaha untuk berobat demi kesembuhannya.

Adapun jika sudah berusaha secara maksimal untuk berobat, namun belum diberi kesembuhan, maka dianjurkan untuk bersabar atas pederitaannya itu dan  berserah diri kepada Allah terhadap cobaan yang menimpanya, karena dengan kesabaran dan kepasrahannya itulah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan meninggikan derajatnya.

Sy. Jabir RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya, oleh sebab itu, jika obat tersebut digunakan, dengan izin Allah tentu penyakitnya akan sembuh.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Dalam riwayat lain Sy. Ibnu Mas’ud RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT tidak menurunkan penyakit, melainkan menurunkan juga obat untuknya. Orang yang mengerti tentu mengetahuinya, sebaliknya orang yang bodoh (awwam) tidak akan mengetahuinya.” (HR. Ahmad).

Bagi para pakar kesehatan, tentu info dari Nabi Muhammad SAW ini menjadi tantangan tersendiri sebagai lahan penelitian, bagaimana seharusnya mereka terus berijtihad tanpa berhenti untuk mencari obat bagi segala macam penyakit, karena ternyata semua penyakit itu pasti ada obat.

Sedangkan bagi kalangan awwam maka kewajiban mereka adalah bertanya atau berobat kepada para pakar kesehatan yang lazim disebut sebagai dokter-dokter dengan spesialisasi yang sesuai pada bidangnya masing-masing. Jadi seawwam apapun seseorang itu, maka hendaklah rajin bertanya dan mencaritahu tentang dunia kesehatan, serta tidak merasa alergi untuk berobat.

Sy. Abu Hurairah RA memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah SWT tidak menurunkan suatu penyakit, melainkan ia menurunkan penawarnya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, dan Ibnu Majah).

Menurut pendapat para ulama, bahwa li kulli qaidatin mustatsnayat (setiap kaedah itu ada pengecualiannya), termasuk juga dalam dunia pengobatan. Di samping Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa setiap kali Allah menurunkan satu jenis penyakit, pasti Allah menurunkan pula obatnya, ternyata ada satu penyakit yang tiada obatnya. Sebagaimana dalam riwayat berikut, bahwa dulu orang-orang Arab menghadap Nabi Muhammad SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah SAW kapan kita boleh tidak berobat ?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak, wahai hamba Allah kalian harus berobat, sebab sesungguhnya Allah tidak mengadakan suatu penyakit, melainkan Dia mengadakan pula penawar atau obatnya, kecuali satu penyakit (saja yang tiada obatnya).”

“Penyakit apakah itu, wahai Rasululah SAW ?” tanya mereka.

“Tua (menghadapi kematian).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam