URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ALANGKAH BAHAGIANYA MASUK SORGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/10/2018]
   
DOA NABI MUHAMMAD SAW ITU BARAKAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/10/2018]
   
JABATAN ITU TERNYATA TIDAK MENYENANGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/10/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2018]
   
IMAN SIAPAKAH YANG TELAH MERASUK DALAM TULANG SUMSUM ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 19 Oktober 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 554 users
Total Pengunjung: 4111656 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
WASIAT AMAL YANG DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT 
Penulis: Pejuang Islam [ 11/4/2018 ]
 
WASIAT AMAL YANG DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT

Luthfi Bashori


Sy. Ibnu Umar RA mengungkapkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Carilah oleh kalian derajat yang tinggi di sisi Allah, yakni dengan cara bersikap penyantun terhadap orang yang tidak mengetahui tentang dirimu, dan memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepadamu.” (HR. ‘Addi).

Santun terhadap orang yang belum dikenal apalagi mengenal, tentu sebuah sikap yang bisa dikatakan mudah tapi sulit dan sulit tapi mudah untuk diamalkan.

Prakteknya, jika ada orang asing yang berjumpa di satu tempat duduk bersama, maka ditemui dan diajak berbincang dengan cara yang terbaik, sekira dapat menggembirakan orang asing tersebut. Kejadian yang semacam ini, mungkin mudah untuk diamalkan.

Namun mencari kesempatan untuk menemukan situasi seperti ini, bukanlah sesuatu yang mudah, bahkan cukup sulit untuk didapati, apalagi jika orang asing tersebut berperilaku dengan sikap yang kurang terpuji, maka umumnya hati seseorang itu akan menolaknya secara otomatis, padahal di situlah sebenarnya lahan pahala yang bisa digali.

Yaitu berusaha bagaimana caranya agar orang asing tersebut bisa takluk hatinya hingga dapat menjalin silaturrahim dengan dirinya secara baik.

Demikian juga memupuk sifat kedermawanan kepada semua orang tanpa pandang bulu, termasuk sikap yang mudah tapi sulit dan sulit tapi mudah untuk diamalkan. Kebiasaan baik seseorang yang telah melatih diri untuk senang bersedekah, akan memudahkan dirinya tidak pandang bulu kepada siapa saja saat menyalurkan sedekahnya.

Berbeda dengan orang yang kurang terbiasa bersedekah kepada semua orang, maka umumnya ia cenderung akan memilih kepada orang-orang tertentu saja untuk menyalurkan sedekahnya. Seperti lebih senang mememberi orang dikenalnya saja, tertutama kepada pihak yang sekira dapat memberi kemanfaatan balik bagi dirinya, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Mengapa Rasulullah SAW perintah agar seseorang yang ingin mencari derajat tinggi di sisi Allah SWT itu, tidak pandang bulu saat menebar kebaikan terhadap setiap orang yang ditemuinya, khususnya kepada kalangan yang seiman dan seagama?

Karena penampilan dhahir yang tampak pada orang lain itu tidak dapat dijadikan standar ukuran kebaikan atau keburukan seseorang, kecuali jika penampilannya itu benar-benar bertentangan dengan ajaran syariat Islam, misalnya secara valid melihat orang lain sedang menyembah tuhan selain Allah.

Berbeda dengan kondisi dimana ia bermasyarakat dan bergaul luas dengan kalangan umat Islam lainnya, maka memasang sikap husnuddhan terhadap orang-orang yang ditemuinya itu jauh lebih mulia dan dapat menambah derajat yang tinggi, terutama jika mengamalkan wasiat Rasululah SAW di atas.

Sy. Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi RA mengatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya ada orang beramal dengan amalan ahli surga sepanjang penglihatan orang banyak, tetapi sebenarnya dia ahli neraka. Ada pula orang yang beramal dengan amalan ahli neraka dalam pandangan manusia, namun sebenarnya dia ahli surga.” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW juga berpesan agar umat Islam tetap optimis dalam mencari tambahan pundi-pundi pahala, demi memudahkan dirinya mendapat tiket kebahagiaan bagi kehidupan kelak di akhirat.

Sy. Abu Dzar RA mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau pandang ringan perbuatan baik sekalipun kecil, walaupun hanya menunjukkan muka manis ketika engkau bertemu dengan saudaramu (sesama muslim).” (HR. Muslim)

Sy. Anas bin Malik RA berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesunggunnya Allah SWT tidak mengurangi kebaikan orang-orang mukimin, dan kebaikan itu akan diberi upah di dunia serta pahala di akhirat. Adapun kebaikan yang dikerjakan oleh orang kafir, balasannya hanya berupa rezeki di dunia saja. Di akhirat kelak, tidak ada pahala dari kebaikannya.” (HR. Muslim).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam