URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 27 Mei 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 68 users
Total Pengunjung: 3910924 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KEWAJIBAN TAAT KEPADA SANG AYAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 5/3/2018 ]
 
KEWAJIBAN TAAT KEPADA SANG AYAH

Luthfi Bashori


Sy. Ibnu Umar RA mengungkapkan bahwa ia dulu mempunyai seorang istri yang sangat dicintainya. Namun, karena ayahnya (Sy. Umar bin Khaththab RA) tidak menyukainya, lalu menyuruhnya menceraikannya. Kemudian Sy. Ibnu Umar menghadap Rasulullah SAW dan menceritakan hal tersebut kepada beliau SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Abdullah, ceraikanlah istrimu.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ketaatan seseorang itu tidak hanya diwajibkan kepada ibunya, namun terhadap sang ayah pun tetap diperintahkan oleh syariat. Bahkan apa yang dikisahkan oleh Sy. Ibnu Umar sebagai pengalaman pribadi beliau, dapat dijadikan pelajaran penting bagi umat Islam.

Cinta terhadap istri pilihan sendiri, justru dapat dikalahkan oleh kewajiban mentaati perintah ayahnya, sehingga Sy. Ibnu Umar harus rela menceraikan istri yang dicintainya tersebut demi memenuhi perintah sang ayah.

Sekalipun seorang ayah itu tidak ikut melahirkan dan menyusui, namun ayah tetap saja mempunyai hak terhadap anak-anaknya yang harus dipenuhi oleh mereka.

Sy. Rafi’ ibnu Sinan RA memberitahukan bahwa ia masuk Islam sedangkan istrinya belum mau memeluk Islam. Lalu istrinya mengatakan kepada Nabi S.A.W, “Ini anak perempuanku.”
Sy. Rafi’ juga mengatakan pengakuan yang sama.

Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Rafi’, “Duduklah engkau di sana.”

Lantas kepada istri Rafi’ Rasulullah SAW mengatakan, “Dan engkau duduklah di tempat yang lain.”

Lalu Nabi SAW mendudukkan anak perempuan itu di antara keduanya. Lantas beliau SAW bersabda kepada Sy, Rafi’ dan istrinya, “Panggilah dia oleh kalian berdua.”

Setelah Rafi’ dan istrinya sama-sama memanggil anak mereka, maka anak perempuan itu cenderung kepada ibunya. Lalu Rasulullah SAW berdoa, “Wahai Allah, berilah dia petunjuk.”
Seketika anak perempuan itu berubah menjadi cenderung kepada ayahnya dan Rafi’ segera membawanya pergi.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Riwayat ini menunjukkan betapa besar nilai hak ayah terhadap anak-anaknya, hingga Rasulullah SAW ikut mendoakan agar putrinya Sy. Rafi’ ikut ayahnya yang sudah masuk Islam, dan secara otomatis akan merawatnya secara islami.

Dua riwayat hadits ini sudah cukup untuk menjadi dasar bahwa ketaatan seorang anak kepada ayahnya itu termasuk perintah syariat.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam