URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
HUTANG ITU BISA DISETARAKAN DENGAN KEKUFURAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/1/2018]
   
DI AKHIR JAMAN, BERMUNCULAN PARA PENIPU AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/1/2018]
   
MAAFKANLAH ANAKMU WAHAI BUNDA TERCINTA 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/12/2017]
   
PARA PEJUANG DAN SYUHADA PALESTINA, SELALU DIKENANG SEPANJANG MASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/12/2017]
   
BERAKHLAQLAH YANG BAIK, JANGAN BERLAKU NORAK !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/12/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 18 Januari 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 560 users
Total Pengunjung: 3745553 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JIKA DITANYA, MAKA JAWABLAH SESUAI TINGKAT KEMAMPUANNYA ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 9/1/2018 ]
 
JIKA DITANYA, MAKA JAWABLAH SESUAI TINGKAT KEMAMPUANNYA !

Luthfi Bashori


Di era modern ini, dakwah islamiyah semakin maju, dan jangkauannya juga semakin meluas. Banyak metode dakwah yang dilakukan oleh para ulama dan da’i serta tokoh masyarakat, yang tujuannya agar ajaran agama Islam ini semakin mendunia.

Perintah menyebarkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan umat Islam baik dalam urusan dunia, lebih-lebih untuk keselamatan akhiratnya, tentunya sangat bervariatif caranya.

Ada ilmu kedokteran yang jika mengacu pada pengobatan di jaman Rasulullah SAW yang dikenal oleh para ulama sebagai ilmu Attibbun Nabawi (Pengobatan ala Nabi), ilmu ini juga sunnah disebarkan kepada umat Islam, seperti tata cara bekam, kay, meramu beberapa bahan buah atau tumbuhan maupun madu, dan lain sebagainya.

Dalam dunia pertanian pun ada ayat-ayat Alquran serta hadits yang perlu didalami oleh pakar-pakar muslim, lantas diajarkan kepada umat Islam, hingga kehidupan mereka diharapkan semakin makmur dan berbarakah. Belum lagi dalam dunia perdagangan.

Demikian juga ilmu yang terkait dengan keselamatan akhirat bagi umat Islam, maka sangat perlu disebarkan dengan berbagai macam cara, hingga umat Islam siapapun adanya dan apapun jabatannya, benar-benar dapat memahami kewajiban agamanya jika ingin hidup bahagia di akhirat nanti.

Adapun di antara cara menyebarkan ilmu sesuai yang diperintahkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW adalah dengan metode tanya jawab.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa ditanya tentang suatu ilmu pengetahuan lalu ia menyembunyikannya, maka pada hari Qiamat kelak Allah akan mengekangnya dengan kekang dari api neraka.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Pada kesempatan haji wada’, Nabi Muhammad SAW menyampaikan penjelasan tentang Islam. Lalu beliau SAW menutup pertemuan tersebut dengan sabdanya, “Hendaknya orang yang hadir di antara kalian ini menyampaikan sesuatu yang telah kalian dengarkan, kepada orang yang tidak hadir pada pertemuan ini.” (HR. Jama’ah Imam Hadist).

Tentunya di saat menyampaikan apa yang mereka dengarkan langsung dari Rasulullah SAW itu, akan memberi peluang kepada para shahabat lainnya yang tidak hadir untuk bertanya, minimal seperti pertanyaan, ‘Kapan Rasulullah SAW mengatakannya?”. Jadi di samping adanya perintah pro aktif dalam menyebarkan ilmu, namun hendaklah membuka peluang untuk sesi tanya jawab.

Sy. Ibnu Mas’ud RA mengutarakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Semoga Allah menjadikan kebaikan seseorang yang mendengar sesuatu (hadits/ilmu) dariku, lantas ia mau menyampaikannya (kepada orang lain) seperti ia telah mendengarnya (sesuai aslinya). Sebab, banyak orang yang diberitahu itu lebih mengerti (tentang syarah/maksud yang terkandung di dalammnya) daripada orang yang menyampaikan (matan/isi)-nya.” (HR. Abu Dawud). Dalam riwayat lain disebut, “Semoga Allah memancarkan cahaya wajah seseorang yang menyampaikan suatu ilmu dariku ... dst.”

Para ulama khususnya dari kalangan salaf  yang benar-benar mempunyai keahlian dan kepakaran, tentunya mereka lebih mengerti tentang maksud yang terkandung dalam sebuah dalil, baik dari ayat Alquran maupun Hadits, maka dari mereka itulah tercetus bermacam-macam rangkuman ilmu syariat yang lebih mudah untuk dicerna oleh umat Islam.

Para ulama salaf itu melakukan ijtihad dengan sungguh-sungguh untuk memahami maknawiyah tekstual ayat Alquran dan Hadits yang umumnya tertera secara global, hingga menghasilkan ilmu yang berjilid-jilid kitab serta berbagai madzhab pemahaman, baik dalam bidang Aqidah Tauhid maupun Fiqih Syariat dan Akhlaq Tashawwuf, serta beberapa ilmu terkait lainnya. Setelah itu para ulama mengajarkan apa yang telah mereka pahami dari hasil ijtihad tersebut kepada umat Islam sesuai dengan situasi masing-masing serta kondisi umat Islam yang menjadi obyek dakwah mereka.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Katakanlah kepada manusia itu sesuai dengan apa yang dapat mereka pahami, serta tinggalkanlah apa yang sekira tidak mereka pahami dan tidak mereka sukai. Apakah kamu ingin Allah dan Rasul-Nya didustakan?” (HR. Al-Bukhari).

St. Aisyah RA menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kami khususnya, para nabi, diperintahkan untuk menempatkan orang-orang itu sesuai dengan tingkatan kemampuan mereka, dan agar kami mengatakan atau menyampaikan kepada mereka menurut tingkatan pengertian (kecerdasan) mereka.” (HR. Abu Dawud).

Umumnya, dengan membuka peluang tanya jawab, maksudnya bukan sekedar berdakwah secara doktrinasi, maka seorang syaikh yang alim maupun seorang dai yang handal, akan lebih mudah untuk memahami tingkat pemahaman jamaah yang sedang berinterkasi dengannya, sehingga dapat menyampaikan ilmu agama sesuia dengan tingkat kemampuan mereka.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam