URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 457 users
Total Pengunjung: 4197884 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
DI AKHIR JAMAN, BERMUNCULAN PARA PENIPU AGAMA 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/1/2018 ]
 
DI AKHIR JAMAN, BERMUNCULAN PARA PENIPU AGAMA

Luthfi Bashori


Sy. Abu Hurairah RA menyatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Qiamat tidak akan terjadi sebelum munculnya dajjal-dajjal (yunior) pendusta, jumlahnya hampir tiga puluh orang. Masing-masing mengaku bahwa dirinya adalah seorang Nabi.” (HR. Empat Imam Hadist)
Nabi palsu, wali palsu, ulama palsu, tokoh Islam palsu dan muslim palsu, apakah sudah pernah muncul di dunia saat ini? Kemunculan mereka inilah figur-figur manusia yang menjadi pertanda semakin dekatnya datang hari Qiamat.

Sudah berapa banyakkah saat ini orang yang mengaku-aku jadi nabi atau yang dalam bahasa anak muda disebut nabi-nabian?

Sudah berapa pula jumlah orang biasa yang tiba-tiba berpura-pura menjadi wali kekasih Allah alias wali-walian  yang  telah bermunculan di muka bumi?

Berapa banyakkah ulama-ulama palsu yang bertebaran di tengah masyarakat, yaitu orang bukan ahli dalam bidang agama, tiba-tiba lantang berbicara tentang hukum Islam bahkan berani mengeluarkan fatwa layaknya para ulama hakiki?

Sudahkah bermunculan para tokoh atau  para pemuka masyarakat yang seringkali dinisbatkan sebagai orang yang mengenal ajaran  Islam, padahal masih sangat buta terhadap hukum halal dan haram, hingga tidak dapat membedakan mana perilaku yang islami dan mana yang non islami ?

Sudah adakah saat ini  para muslim KW, yaitu orang yang mengaku beragama Islam, namun gemar mengikuti ritual agama lain, sering mengkolaborasikan ajaran Islam dengan ajaran agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Khonghucu, maupun ajaran aliran kepercayaan semacam Kejawen, Darmogandul atau lainnya yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran syariat Islam? 

Sy. Tsauban RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Qiamat tidak akan terjadi sebelum ada kabilah-kabilah dari kalangan umatku yang bergabung dengan orang-orang musyrik, hingga mereka menyembah berhala. Sesungguhnya kelak di kalangan umatku akan muncul tiga puluh orang pendusta. Semuanya mengaku dirinya menjadi nabi. Padahal akulah nabi yang terakhir, dan tidak ada nabi lagi sesudahku.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Di jaman Rasulullah SAW masih hidup saja sudah ada orang yang berani mengaku menjadi nabi (palsu), lantas bagaimana dengan kondisi jaman sekarang?

Sy. Abu Hurairah RA mengatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dalam tidurku, aku bermimpi kedua belah tanganku memakai gelang emas dan aku mencemaskan keduanya. Lalu diwahyukan Allah kepadaku dalam tidur itu, supaya aku meniup kedua-duanya. Maka, kutiup kedua-duanya sehingga lenyap. Aku menafsirkan mimpi itu berarti bahwa nanti sepeninggalku akan muncul dua orang pembohong (nabi palsu), yang seorang ialah Al ‘Ansi, pemimpin dari Shan’a dan yang seorang lagi ialah Musailamah Al-Kadzdzab, pemimpin Yamamah.” (HR. Muslim).

Bahkan Rasulullah SAW sendiri sudah pernah bertemu dengan nabi palsu, sebagaimana diriwayatkan dari Sy. Ibnu Abbas RA, ia  menceritakn bahwa Nabi Muhammad SAW semasa berada di Madinah, ada Musailamah Al-Kadzdzab si nabi palsu berkata, “Jika Muhammad menyerahkan perkara (agama) ini kepadaku sesudahnya, niscaya aku akan mengikutinya.”
Saat itu Musailamah tiba di Madinah bersama rombongan dari kaumnya dalam jumlah yang cukup banyak. Lantas Rasulullah SAW mendatanginya dengan ditemani Tsabit bin Qais bin Syammas. Beliau SAW memegang sepotong pelepah kurma. Setelah berdiri di hadapan Musailamah yang berada di antara rombongannya, beliau SAW bersabda, “Seandainya engkau meminta kepadaku sepotong kayu ini, niscaya aku tidak akan memberikannya kepadamu. Engkau pun tidak akan dapat melampaui keputusan Allah yang telah ditetapkan pada dirimu. Jika engkau berpaling, niscaya Allah akan benar-benar menyembelihmu. Sungguh, aku benar-benar melihatmu persis seperti apa yang diperlihatakan kepadaku dalam mimpiku. Ini adalah Tsabit sebagai gantiku yang akan menghadapimu.” Setelah itu, Nabi SAW pergi meninggalkan Musailamah. (HR. Muslim).

Banyaknya bermunculan muslim KW di akhir jaman juga bisa ditandai dengan banyaknya orang Islam yang memilih murtad dari agamanya, hanya karena urusan sumbangan harta, atau pengaruh pernikahan beda agama, atau terbawa rasa kemanusiaan yang melabihi kewajiban untuk menjaga aqidahnya. 

Sy. Abu Dzar RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sepeninggalku kelak, akan muncul suatu kaum yang pandai membaca Al-Qur’an, tetapi tidak melewati kerongkongan mereka (hanya sekedar baca saja). Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, di mana mereka tidak pernah lagi kembali ke agama itu. Mereka itu adalah sejahat-jahatnya makhluk dan tingkah laku mereka.” (HR. Muslim)


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam