URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/6/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/6/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/6/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/6/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/6/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 17 Juni 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 580 users
Total Pengunjung: 3941208 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BEDA KUALITAS MUSLIM & KAFIR 
Penulis: Pejuang Islam [ 13/12/2017 ]
 
BEDA KUALITAS MUSLIM & KAFIR

Luthfi Bashori


Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang mukmin ibarat tanaman yang masih muda, tampak lembut diombang-ambingkan angin. Kadang-kadang miring dan kemudian tegak kembali, demikian seterusnya sampai datang ajal (menjemput). Sedangkan orang kafir itu ibarat pohon beringin yang akar-akarnya mati kekeringan, tampak dari luar begitu kokoh, tetapi dengan satu tiupan angin kencang ia dapat ditumbangkan.” (HR, Muslim)

Umat Islam yang hakiki itu, terkenal dapat berlemahlembut terhadap sesamanya, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan, ramah terhadap semua orang yang tidak mengganggu, tak mudah goyah oleh pengaruh yang menggerogoti aqidahnya, namun mereka tetap tegas terhadap kekafiran dan pihak-pihak yang memusuhinya. Mereka berani berkorban jiwa dan raga dalam melawan kedhaliman, baik bagi dirinya maupun bagi saudara sesamanya.

Sifat-sifat ini sangat cocok dengan gambaran Alquran yang artinya:

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allâh dan keridhaan-Ny, pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu tunas itu menjadikan tanaman itu kuat kemudian menjadi besar dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Fath, 29).

Sedangkan orang kafir itu, sekalipun sering kali tampak kokoh dari luar dan terkesan digdaya, namun  hakikatnya di hadapan Allah, mereka itu sangatlah rapuh dan lemah, sebagaimana gambaran Alquran yang artinya:

“Perumpamaan orang-orang (kafir) yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah) yakni berhala-berhala yang mereka harapkan dapat memberi manfaat kepada diri mereka adalah seperti laba-laba yang membuat rumah untuk tempat tinggalnya. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah/rapuh itu adalah rumah laba-laba (karena tidak dapat melindungi diri dari panas matahari dan dari dinginnya udara, demikian pula berhala-berhala itu, mereka tidak dapat memberikan manfaat apa pun kepada para penyembahnya) andaikata mereka mengetahui (hal itu tentu mereka tidak akan menyembahnya).” (QS, Al-Ankabut, 41).

Suatu saat, orang-orang yang kafir kepada Allah itu akan dijungkirbalikkan dari keadaan yang mereka dapatkan saat di dunia, hingga mereka tidak mampu menghindar sedikitpun.
Sy. Anas bin Malik RA menuturkan ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin orang kafir di kumpulkan pada hari kiamat (berjalan) di atas muka mereka?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bukankah (Dzat) yang telah memperjalankan (orang kafir) di atas kakinya itu sanggup pula memperjalankan di atas mukanya, kelak pada hari kiamat?”
“Benar, demikian kekuasaan Tuhan kita.” (HR. Muslim).

Di kalangan orang-orang kafir yang hatinya rapuh itu, terkadang memang tampak bersatu padu satu dengan lainya, namun hakikatnya hati mereka justru bercerai berai, sebagaimana disindir dalam Alquran yang artinya:

“Mereka tidak akan memerangi kamu dalam Keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. yang demikian itu karena Sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti”. (QS. Al-Hasyr, 14 ).

Karena orang-orang kafir itu, memiliki tuhan yang berbeda-beda, jadi mereka juga tidak dapat fokus dalam perkumpulan dan persatuan mereka.

Sy. Anas bin Malik RA mengutarakan Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa Allah SWT kelak bertanya kepada penduduk neraka yang siksaannya lebih ringan, “Seandainya dunia seisinya menjadi milikmu, maukah engkau menebus dosamu dengan semua milikmu itu?”
“Mau!” jawab mereka.

Allah berfirman, “Aku telah meminta tebusan paling ringan dari itu kepadamu ketika kamu masih di dalam tulang sulbi Adam AS, yaitu agar kamu tidak menyekutukan-Ku. Itu telah memadai, namun kamu tetap saja musyrik (menyekutukan-Ku).” (HR. Muslim).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam