URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/12/2017]
   
PERINTAH BER-NAHI MUNKAR 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
SEJAK DULU, KAUM YAHUDI DAN NASRANI BERUSAHA MEMPENGARUHI UMAT ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/12/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 17 Desember 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 179 users
Total Pengunjung: 3702618 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JANGAN DUKUNG KEDHALIMAN DI AKHIR JAMAN ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 4/12/2017 ]
 
JANGAN DUKUNG KEDHALIMAN DI AKHIR JAMAN !

Luthfi Bashori


“Sesungguhnya tidak beruntung orang-orang yang berbuat dhalim.” (Arti QS. Al-An’am, 135).

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang berbuat dhalim.” (Arti QS. Al-An’am, 144)

Termasuk bahaya mendukung kedhaliman di akhir zaman, yaitu siapa saja yang dengan sengaja membiarkan kemunkaran dan kedhaliman semakin merajalela, terlebih kedhaliman yang menimpa umat Islam. Maka baik si pelaku kedhaliman maupun para pendukungnya, sama saja di hadapan Allah, hingga akan sangat sulit mendapat hidayah.

Jika ada suatu kebijakan yang menyebabkan umat Islam hidupnya menjadi sengsara, mengalami banyak kesulitan dan tekanan hidup, kemiskinan semakin meningkat dan kedamaian semakin sirna. Maka keadaan yang demikian itu hakikatnya karena ada suatu kedhaliman yang sedang terjadi walaupun  seringkali dilupakan oleh banyak pihak.  

Sy. Ibnu Mas’ud RA memberitakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kelak sepeninggalanku akan ada orang yang dhalim (mementingkan diri sendiri) dan akan terjadi banyak urusan yang diputarbalikkan.”

“Wahai Rasulullah SAW, apa yang harus kami lakukan saat itu ?” tanya shahabat.
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Lakukanlah tugas yang menjadi kewajiban kalian dan memohonlah kepada Allah SWT (agar kalian mendapat) bagian yang menjadi hak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana dikatakan bahwa kedhaliman itu adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Maka situasi dan kondisi dimana semakin banyak kejadian yang menyebabkan kebingungan masyarakat, akibat terjadi pemutarbalikan fakta, seperti maraknya terjadi pembicaraan bohong maupun berita hoax yang tidak sesuai dengan kenyataan, mudah tersebar di tengah masyarakat.

Misalnya yang besar dibilang kecil, yang panas dibilang dingin, yang ramai dibilang sepi, yang banyak dibilang sedikit, yang memiliki banyak tanggungan hutang dibilang sudah lunas, dan lain sebagainya, adalah termasuk benar-benar ada suatu kedhaliman yang nyata telah terjadi.

Merajalelanya penipuan demi penipuan yang dibalut oleh suatu sistem yang tidak dapat dihindari oleh semua orang, hingga mengakibatkan banyak kerugian masyarakat pada umumnya, juga temasuk bentuk kedhaliman yang telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW akan terjadi di akhir zaman.

Upaya untuk menghentikan maraknya kedhaliman sebagaimana yang digambarkan di atas agar jangan sampai semakin merajalela, maka hendaklah umat Islam bersatupadu dalam membangun kehidupan yang lebih baik, lebih beradab dan lebih teratur hingga akan mensolidkan barisan dan persatuan umat, kemudian menggalang kekuatan untuk kembali kepada ajaran syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. 

Sy. Salim RA mendengar dari bapaknya bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim. Dia tidak boleh menganiaya saudaranya dan tidak boleh membiarkan saudaranya teraniaya.” (HR. Muslim).

Jika saja seluruh elemen umat Islam selalu kompak dalam menyatukan kekuatan, serta berjuang bersama-sama adalam membangun peradaban Islam, misalnya dengan cara mendayagunakan semua potensi yang dimiliki oleh umat Islam, yaitu memanfaatkan bagian-bagian dimana saja mereka berada, disesuaikan dengan status masing-masing yang dimiliki, tentu akan timbul suatu kekuatan dahsyat dalam diri umat Islam, bahkan akan memudahkan umat Islam dalam mengusir kedhaliman yang merejalela.

Sebaliknya jika umat Islam lebih memilih bercerai berai, dan saling bermusuhan karena egoisme dan dan fanatisme pribadi maupun golongan masing-masing, maka kondisi umat Islam semakin lama tentu akan semakin mengalami keterpurukan dan kemerosotan, hingga dunia pun akan mencibirnya.

Sy. Abdullah bin Mas’ud RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabd, “Barangsiapa yang membantu kaumnya bukan pada jalan yang benar (karena melakukan kebathilan), maka ia bagaikan seekor onta yang terjerumus (dalam jurang), sedangkan ia memegang ekornya.” (HR. Abu Dawud).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam