URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2017]
   
WANITA HEBAT, ST. UMMU SULAIM 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 20 November 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 706 users
Total Pengunjung: 3665520 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
ST. UMMU HARAM, WANITA PAHLAWAN ISLAM 
Penulis: Pejuang Islam [ 8/11/2017 ]
 
ST. UMMU HARAM, WANITA PAHLAWAN ISLAM

Luthfi Bashori


Daripada membaca berita gonjang-ganjing rumah tangga para artis bintang film, daripada mengoleksi cerita perjalanan hidup para pemain bola, daripada mengomentari kehidupan pribadi tokoh-tokoh politik yang tidak ada manfaatnya untuk bekal akhirat, maka sudah selayaknya umat Islam berusaha mempelajari dan mengenal kehidupan pribadi Rasulullah SAW, atau kehidupan para shahabat Nabi  S.A.W, serta kehidupan para ulama yang dapat memotivasi diri agar selalu ingat akhirat, hingga dapat mempersiapkan segala sesuatu yang terkait kebahagiaan saat dipanggil oleh Allah.

Coba tengok sejarah hidup di antara salah seorang shahabat Nabi S.A.W, ada seorang wanita yang namanya jarang dikenal oleh umat Islam dewasa ini, beliau adalah St. Ummu Haram. 

St. Ummu Haram RA telah menceritakan bahwa suatu hari Nabi Muhammad S.A.W mendatangi rumahnya. Beliau S.A.W sempat tidur (istarahat siang) beberapa saat dan terbangun dengan tersenyum.

“Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan engkau tersenyum? Demi ayah dan ibuku yang aku jadikan tebusan bagimu, (tolong ceritakanlah),” tanya St. Ummu Haram RA.

Nabi Muhammad S.A.W pun menceritakan, “Aku telah bemimpi melihat suatu kaum dari umatku. Mereka berangkat berperang di jalan Allah meniti jalan laut seperti halnya raja-raja yang duduk di atas singgasananya.”

“Doakanlah kepada Allah agar menjadikan diriku salah seorang di antara mereka,” pinta St. Ummu Haram RA.

“Engkau adalah salah seoang di antara mereka,” jelas Nabi S.A.W.

Beberapa saat kemudian, Rasulullah S.A.W tertidur kembali lantas terbangun seraya tesenyum. Ketika St. Ummu Haram RA menanyakan penyebabnya, beliau S.A.W memberikan jawaban sebagaimana jawabanya yang semula.

St. Ummu Haram RA kembali meminta, “Doakanlah kepada Allah agar menjadikan diriku salah seorang di antara mereka.”

“Engkau termasuk orang-orang pertama yang mengalaminya.” tegas Nabi S.A.W.

Perawi hadist ini menerangkan bahwa, selang beberapa waktu lamanya, St. Ummu Haram RA dinikahi oleh Sy. ‘Ubadah bin Shamit RA, dan membawanya pergi berperang melewati jalan laut. Tatkala telah berlabuh di suatu tempat, maka diberikanlah seekor bighal (serupa keledai) kepada St. Ummu Haram RA, lalu ia menaikinya. Akan tetapi bighal itu menjatuhkanya hingga St. Ummu Haram RA meninggal dunia.”
(HR. Lima Imam Hadist).

Pola pikir para wanita yang hidup di zaman Nabi S.A.W rata-rata memiliki semangat jihad untuk membela agama Allah, sebagaimana dijalani oleh kalangan lelaki, yang semuanya itu mereka lakukan demi mengharapkan kenyamanan dan kebahagiaan hidup di akhirat kelak.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam