URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SY. UTSMAN BIN AFFAN RA, MENANTU KECINTAAN RASULULLAH SAW 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/10/2017]
   
MEMILIH SESUATU YANG HALAL & MENOLAK YANG HARAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/9/2017]
   
MANUSIA SETENGAH DRAKULA, SI BIKSU WIRATHU 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/9/2017]
   
IDUL FITHRI DAN IDUL ADHA PENGGANTI HARI RAYA ‘NAIRUZ’ & ‘MAHRAJAN’ 
  Penulis: Pejuang Islam  [30/8/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 20 Oktober 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 468 users
Total Pengunjung: 3627809 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MEMILIH SESUATU YANG HALAL & MENOLAK YANG HARAM 
Penulis: Pejuang Islam [ 9/9/2017 ]
 
MEMILIH SESUATU YANG HALAL & MENOLAK YANG HARAM

Luthfi Bashori


Sesuatu yang halal itu tidak hanya terbatas pada bahan untuk suatu makanan sebagaimana yang sering terlintas pada benak kebanyakan orang. Semacam asumsi tentang makanan haram itu tidak hanya terbatas pada makanan yang mengandung babi saja. Namun sesuatu yang halal maupun yang haram itu banyak ragamnya dan banyak faktor yang mempengaruhinya. 

Contoh termasuk sesuatu yang halal adalah mendapat uang hasil pekerjaan yang sesuai syariat, semisal berdagang dengan menerapkan sistem yang diatur oleh fiqih perniagaan, sedangkan sesuatu yang haram adalah hasil pekerjaan yang melanggar aturan syariat semacam berdagang miras atau bisnis portisusi atau mendapat uang dari hasil judi atu riba dan sebagainya.

Sy. Anas RA menceritakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mencari yang halal itu adalah kewajiban bagi setiap orang muslim.” (HR. Ath-Thabrani).

Sy. Abu Hurairah RA berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha baik dan hanya mau menerima yang baik. dan sesungguhnya Allah menyuruh orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan kepada para Rasul sebagaimana firman-Nya (yang artinya), “Wahai para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal salehlah, sesungguhnya apa saja yang kalian lakukan, Aku Maha Mengetahui.” Dan firman-Nya (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian.”

Kemudian Rasulullah SAW menceritakan tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan panjang. Rambutnya kusut penuh debu dan tangannya menengadah ke langit seraya berdoa, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku,” namun pakaiannya haram, minumannya haram, dan semua yang dimasukkan ke dalam perutnya haram, maka bagaimana ia dapat dikabulkan dalam keadaan seperti itu? (HR. Muslim dan At-Tirmidzi).

Dari hadits ini dapat dipahami dengan jelas, bahwa sesuatu yang halal maupun yang haram itu tidak hanya tebatas pada makanan atau minuman, namun semua apa yang dapat dimiliki dan dimanfaatkan oleh seseorang itu terkadang mengandung nilai kehalalan atau mengandung keharaman.

Sy. Abu Hurairah RA memberitahukan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kelak akan datang kepada manusia suatu zaman ketika seseorang tidak lagi memerhatikan harta yang diperolehnya, apakah halal atau haram.” (HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i).

Zaman fitnah, adalah zaman dimana batas nilai kehalalan dan keharaman itu sangat tipis, hingga kebanyakan orang tidak mengetahuinya, bahkan sudah menjadi ‘aamatul balwa (menjadi bencana yang merebak di segala sektor).

Sy, Ibnu Umar RA mengabarkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dunia itu manis lagi hijau. Barang siapa yang memperoleh harta dari usahanya secara halal lalu membelanjakannya sesuai dengan hak-haknya, niscaya Allah akan memberinya pahala dari nafkahnya itu, dan Allah akan memasukkannya ke dalam surga, dan barang siapa mendapatkan harta dari usahanya yang haram lalu ia membelanjakannya bukan pada hak-haknya, niscaya Allah akan menjerumuskan ke tempat kehinaan (neraka). Banyak orang yang mengurusi harta milik Allah dan Rasul-Nya (seperti kas masjid, namun) kelak pada hari Qiamat mendapat siksa neraka.” (HR. Al-Baihaqi).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam