URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AYOO, ZIARAH KUBURAN ... ! 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
DAJJAL ITU BUTA MATA SEBELAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
UMAT ISLAM AKAN DITIMPA MALAPETAKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [26/7/2017]
   
LARANGAN MENIMBUN BARANG 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2017]
   
LANGKAH SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKAH) 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 18 Agustus 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 657 users
Total Pengunjung: 3553747 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
LARANGAN MENIMBUN BARANG 
Penulis: Pejuang Islam [ 24/7/2017 ]
 
LARANGAN MENIMBUN BARANG

Luthfi Bashori


Sy. Ma’mar RA mengabarkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa yang menimbun barang, maka dia bersalah (berdosa).” (HR. Muslim).

Berikut ini tertera pula dalam undang-undang negara nomer 29/1948 tentang Pembarantasan Penimbunan Barang Penting dalam Kompilasi Hukum Pidana.

Pasal 5:
Barang siapa dengan sengaja melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 ayat (1) dan pasal 4 ayat (2) dan (3) dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman denda setinggi-tingginya lima ratus ribu rupiah.

Mengingat besarnya bahaya bagi negara karena perbuatan penimbunan bahan makanan penting terutama dalam masa ini maka patut pelanggaran diancam dengan hukuman yang agak berat.

Penjelasan Pasal 5:
Menurut pasal 39 dari Kitab Undang-undang hukum pidana barang-barang yang menyebabkan pelanggaran termaksud dalam ayat (1) dapat disita. (Verbeurd verklaard).

Menurut situs kamusbahasaindonesia.org penimbunan kekayaan itu adalah pengumpulan harta benda sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi dan kehidupan keluarganya, tanpa memikirkan nasib orang lain.

Sebagian para ulama memberikan definisi tentang ihtikar (penimbunan) itu secara umum antara lain meliputi pembelian barang ketika harga mahal, lantas menyimpan barang tersebut  sehingga kurangnya persediaan di pasar. Atau sengaja membeli barang yang dibeli dengan harga murah sebanyak-banyaknya, jika di pasar sudah langka, maka ia keluarkan dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga standar.

Kejahatan menimbun barang ini sering dilakukan oleh para mafia ekonomi. Penimbunan barang jugai sering dilakukan secara bersama-sama, sehingga kebutuhan menjadi langka di pasar dan mendorong pelaku ekonomi menaikkan harga barang dagangannya yang sangat menyusahkan dan memberatkan masyarakat.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak akan melakukan penimbunan barang, kecuali orang yang  berdosa (jahat).” (HR. Muslim).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam