URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AYOO, ZIARAH KUBURAN ... ! 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
DAJJAL ITU BUTA MATA SEBELAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
UMAT ISLAM AKAN DITIMPA MALAPETAKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [26/7/2017]
   
LARANGAN MENIMBUN BARANG 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2017]
   
LANGKAH SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKAH) 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 18 Agustus 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 657 users
Total Pengunjung: 3553747 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HUBUNGAN AGAMA DENGAN NEGARA 
Penulis: H. LUTHFI BASHORI [ 3/10/2016 ]
 
Bismillaahir rahmaanir rahiim

Islam sebagai agama universal, pada hakikatnya mampu memberi solusi bagii segala problematika umat. Bahkan Allah sebagai Dzat yang mengatur seluruh kehidupan, telah memberikan jaminan bagi siapapun yang membutuhkan pemecahan terhadap permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat, dengan ‘terapi syaria’t’ apabila dilaksanakan dengan baik dan benar, sesuai dengan tuntunan dan aturan main yang telah ditentukan oleh agama. Maka jaminan kemakmuran hidup, baik yang berkaitan dengan kemashlahatan dunia, maupun kemashlahatan akhirat tiada lain adalah relevansi dari firman Allah yang artinya:

“ Sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya Kami bukakan kepada mereka segala macam keberkahan dari langit dan dari bumi. Namun karena mereka mengingkari ayat-ayat/syariat Kami, maka kami siksa mereka akibat perbuatan mereka sendiri (QS. al-A’raf – 96).

 Syariat Islam, disamping sebagai solusi rabbani bagi kepentingan umat manusia, juga merupakan dustur atau undang-undang yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim. Yang mana syariat Islam adalah suatu aturan yang diciptakan oleh Allah demi menjaga stabilitas kehidupan manusia, baik kehidupan di dunia maupun di akhirat.. Syariat Islam telah mengatur cara hidup manusia di seluruh aspek kehidupan, dari mulai yang terkecil semisal tata cara tidur yang baik, hingga urusan yang besar semisal bagimana cara hidup menuju kenikmatan akhirat yang kekal abadi.

 Dalam melaksanakan kewajiban bersyariat, ada dua macam yang harus dikerjakan oleh umat Islam. Yaitu melaksanakan syariat yang bersifat Fardi (individu) serta syariat yang bersifat Jamaa’i (kolektif). Untuk lebih jelasnya dapat diperinci sebagai berikut:

 Syariat Islam yang bersifat Fardi (individu), adalah kewajiban seorang muslim secara individu atau perorangan, contohnya kewajiban melaksanakan shalat, atau zakat, atau puasa atau haji, yang mana ibadah-ibadah tersebut apabila ditinggalkan oleh seorang muslim maka berdosalah pribadinya. Sebaliknya apabila dikerjakan sesuai ketentuan, maka kewajibannya menjadi gugur, bahkan si pelaksana akan mendapat pahala.

Syariat Islam yang bersifat Jamaa’I (kolektif), adalah kewajiban umat Islam secara kolektif, contohnya, kewajiban melaksanakan shalat Jumat. Shalat Jumat tidak dianggap sah kecuali dilaksanakan secara kolektif. Bahkan apabila di suatu daerah yang dianggap sudah cukup syarat untuk melaksanakan shalat Jumat, namun tidak ada satupun yang melaksanakannya dari penduduk setempat, maka dianggap berdosalah seluruh penduduknya.

Di kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, telah banyak yang mengenal bahkan mengerjakan kewajiban-kewajiban bersyariat yang bersifat Fardi. Sedangkan untuk melaksanakan kewajiban bersyariat yang sifatnya Jamaa’i, masih banyak yang meninggalkannya. Bahkan ada pula umat Islam yang dengan ekstrim menolaknya.

Kewajiban Jamaa’i yang belum dilaksanakan di Indonesia cukup banyak. Padahal, apabila seluruh penduduk Indonesia tidak melaksanakannya maka berdosalah mereka semuanya. Di antara kewajiban tersebut, adalah melaksanakan hukum-hukum yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah yang bersifat kenegaraan, yaitu bersyariat Islam khususnya dalam kaitannya dengan hukum jinayat (pidana), seperti memberlakukan hukuman pidana cambuk bagi pemabuk, potong tangan bagi pencuri, dan hukuman ta’zir bagi pelanggaran lainnya yang disesuaikan oleh kebijaksanaan hakim, dan sebagainya sesuai dengan kaedah yang berlaku.

Kewajiban mengangkat seorang kepala negara dengan perangkatnya sesuai ketentuan syariat, adalah salah satu kewajiban yang sangat urgen/vital yang harus dilaksanakan oleh masyarakat muslim Indonesia. Dengan memilih kepala negara yang sesuai dengan syariat, akan mengantar Indonesia menjadi negara yang berdasarkan Alquran dan Assunnah. Sehingga memungkinkan untuk membentuk lembaga-lembaga kenegaraan disesuaikan dengan hukum Islam. Misalnya lembaga peradilan dan kehakiman yang memberlakukan hukum fiqih dalam menangani seluruh permasalahan yang menyangkut urusan perdata maupun pidana.

Kewajiban memilih dan mengangkat kepala negara ini termasuk kategori kewajiban bagi umat Islam secara Jamaa’i, sehingga apabila masyarakat Indonesia belum berusaha melaksanakan kewajiban ini dengan baik dan benar, maka dianggap terus menerus berdosa kepada Allah, sampai terwujudnya perangkat pemerintah serta sistem kenegaraan yang sesuai dengan syariat Islam.

Di antara rentetan kewajiban memilih dan mengankat kepala negara sebagaimana tersebut di atas, adalah bahwa kepala negara bertindak sebagai pelaksana utama hukum yang bersifat jamaa’i. Contohnya, untuk melaksanakan hukum potong tangan bagi pencuri, sebagaimana yang diwajibkan oleh Alquran,, mengharuskan adanya Imam untuk memimpin pelaksanaannya serta wakil Imam. Dalam hal ini yang berhak bertindak serbagai Imam adalah kepala negara, atau diserahkan kepada wakil Imam, yaitu hakim yang ditunjuk dan diangkat oleh Imam.

 Untuk itulah, selagi mekanisme pemilihan dan pengangkatan kepala negara di Indonesia seperti yang berlaku saat ini, apalagi dengan adanya penolakan formalisasi syariat kedalam hukum negara, maka tidak akan terlaksana kewajiban bersyariat semisal potong tangan yang bersifat jamaa’i ini, sehingga berdosalah seluruh masyarakat Indonesia, terutama para ulama dan tokoh agamanya yang telah mafhum terhadap permasalahan semacam ini, kecuali bagi mereka yang telah berjuang untuk merealisasikan apa yang tersebut di atas, sekalipun belum diberi keberhasilan oleh Allah SWT. Untuk itulah perjuangan umat Islam di dalam menegakkan syariat Islam di Indonesia belum usai, dan tidak ada kata “final” di dalam memformat bentuk pemerintahan Indonesia, sehingga suatu saat terwujud negara Indonesia, sebagai negara yang berdasarkan syariat Islam. SEMOGA.


(pejuangislam)


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: neoumar  - Kota: malang
Tanggal: 5/6/2010
 
tulisan Ustadz seperti statmen beberapa tokoh yang dianggab wahabi, tapi selama itu untuk Islam saya setuju Tadz, dan inilah yang harus kita semua satukan yaitu cita cita ini, bukan pertengkaran sesama Muslem...........ALLAHUAKBAR............ 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Bukan karena menyamai statemen tokoh-tokoh Wahhabi, tetapi karena yang sering dilontarkan tokoh-tokoh SEPILIS akhir-akhir ini di media, adalah lebih kental mengadopsi ajaran sekularisme model Eropa, hingga jika kita kembalikan ke ajaran Islam, maka masyarakat yang sudah dicekok-i pemahaman SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme) menganggapnya seperti itu.

2.
Pengirim: Sigit  - Kota: Blora
Tanggal: 10/12/2010
 
mungkin inilah (Syari'at Islam Jama'ah) yg slama ini kurasakan kurang pada masyarakat Islam kita.. Sungguh jauh dari kehidupan Islam pada jaman Rasulullah,, dan sungguh kurindukan Islam seperti pada masa Rasulullah dan sahabat2... Kapan ya bisa kita rasakan indahnya Islam pada masa2 itu?? Apa yg bisa saya sumbangkan untuk mewujudkannya?? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mudah-mudahan Syariat Islam beraqidah Ahlus sunnah wal jama'ah segera berlaku di Indonesia.

3.
Pengirim: iputu swastika  - Kota: Kendal
Tanggal: 14/12/2011
 
Insya Allah, Islam hanya akan tegak dengan dakwah dan jihad. Mohon bimbingannya! 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mudah-mudahan sukses selalu.

4.
Pengirim: alrido  - Kota: serang
Tanggal: 1/6/2012
 
Subhanallah, baru ini saya membaca tulisan ustadz yang begutu indah dibaca dan sejuk di hati, karena sesungguhnya hannya syariat islamlah yg bisa menjawab semua persoalan di negeri ini. ALLAHUAKBAR 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga para Pejuang Islam lainnya juga berkesempatan mengekspresikan pemahamannya yang searah dengan kami, lewat tulisan-tulisan yang dapat menambah wawasan bagi umat Islam Indonesia.

5.
Pengirim: Mukhtar  - Kota: Jepara
Tanggal: 22/6/2012
 
Khoeeer Yaa Ustaadz !!
Berjuang teruuuus, Ane dukung....!!
ASHLAHALLOOHU UMUUROL MUSLIMIIN...
SHOROFALLOOHU SYARROL MU'DZIIN... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mohon doa dapat istiqamah.

6.
Pengirim: Sugeng  - Kota: Makassar
Tanggal: 23/8/2012
 
Subhanallah.. Ijin, bgmn dgn tanggung jawab seorang aparat baik polri maupun tni dlm kenegaraan sesuai syariat islam? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Sesuai dengan tugas yang diemban dari negara. Ayatnya : Athii'ullaaha wa athii'ur rasuula wa ulil amri minkum (ta'atlah kepada Allah, Rasulullah dan pemerintah / kepala negara kalian). Selagi ada perintah yg tidak bertentangan dengan syariat, maka kepolisian wajib ta'at kepada pihak yg lebih atas di dalam pemerintahan.

7.
Pengirim: SYUHADA  - Kota: BATAM
Tanggal: 12/10/2012
 
Asslmkm,wr,wb,yai dgn tdk mengrangi rasa ta'dhzim sy,sy mhn izin minta referensi dr makalah yai di atas,krn di tmpt kami akan mengadakan bahtsul masaail,yg pertanyaanya sesuai dgn isi artikel di atas.wsslm 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mohon maaf, tulisan ini kami paparkan hanya berdasarkan pengalaman dari hoby baca buku kami sejak kecil hingga kini, sehingga beberapa pandangan hidup para ulama itu terekam dan kami jadikan sebgai bahan penulisan artikel untuk disampaikan secara rileks kepada para pembaca, dan sekaligus sebagai pandangan hidup kami.

Jika harus mencari referensinya secara detail, mohon maaf kami agak kesulitan karena banyaknya buku yang kami baca.

8.
Pengirim: zaqy  - Kota: Gresik
Tanggal: 4/12/2012
 
benar2 betul ustad prediksi ana juga ke sana suatu saat, kapan itu tergantung perjuangan setiap insan yg mengerti tentang itu,merdeka 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mudah-mudahan ada yang memulainya.

9.
Pengirim: muhammad amin adnan  - Kota: poso
Tanggal: 22/1/2013
 
insya allah...semoga syari'at tegak 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Amiin.

10.
Pengirim: sutar  - Kota: pandaan pasuruan
Tanggal: 20/4/2013
 
Assalamu alaikum ustadz
Bismillahirrohmanirrohim
Nama saya sutar dari pandaan
Maaf mau tanya negri kita indonesia ini kan penduduknya mayoritas islam seharusnya yang mewarnai,sedangkan jumlah kyai dan habaib jg sangat banyak serta penduduk insya Allah juga siap apabila di ajak jihad melawan perusak aQidah Islam,knp tidak di gerakkan dg pedang alias angkat senjata melawan perusak islam.sukron 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Karena Indonesia dikuasai oleh kaum Nasionalis Sekuler dan Liberal, maka kepemilikan senjata api dan senjata tajam termasuk larangan bagi warga Indonesia, kecuali bagi kalangan tertentu yang telah direkomendasikan oleh instansi terkait.

11.
Pengirim: Khoirul mukminin  - Kota: jember
Tanggal: 20/3/2015
 
Subhanallah is the best ustadz...pencerahannya 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Alhamdulillah, semoga bermanfaat

12.
Pengirim: khoirul mukminin  - Kota: Jember
Tanggal: 20/3/2015
 
Asl.wr.wb.Bismillahirrohmanirrohim

Subhanallah,walhamdulillah wala ilahaillahu Allah hu Akbar lakhaula wala quwwata illa billahil aliyil adzim... setelah saya membaca tulisan ustadz yang begutu menyejukkan serta relevan dibaca, karena sesungguhnya hannya dengan syariat islamlah ummat bisa ummatan rohmatan lil alamin semua persoalan di negeri ini. ALLAHUAKBAR WALILAHILHAMD
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Semoga bermanfaat.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam