URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KEBERUNTUNGAN BAGI ORANG YANG DIASINGKAN, KARENA BELA ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/6/2017]
   
MUSIBAH TERBESAR ADALAH MUSIBAH DALAM AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/6/2017]
   
70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB ITU, YANG BERSIH DARI KEMUSYRIKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/6/2017]
   
MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DIRI SECARA LAHIR DAN BATIN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/6/2017]
   
KEWAJIBAN BERUKHUWWAH ISLAMIYAH MELEBIHI SEGALANYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/5/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 284 users
Total Pengunjung: 3488226 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
DENGAN NIAT, DERAJAT DIANGKAT 
Penulis: Pejuang Islam [ 27/5/2017 ]
 

DENGAN NIAT, DERAJAT DIANGKAT

Luthfi Bashori


Niat seseorang itu akan menjadikan sah atau tidaknya ibadah yang ia kerjakan. Jika ada orang yang mengerjakan shalat atau zakat atau puasa maupun haji, namun ia tidak berniat untuk menjalankan ibadahnya itu, maka ibadahnya itupun akan menjadi sia-sia dan tidak mendapatkan pahala.

Dalam ibadah sunnah, maka sangat perlu seorang muslim itu selalu berniat ibadah, karena niat itu dapat membedakan suatu amalan itu termasuk bernilai ibadah atau hanya kebiasaan seseorang.

Misalnya, ada orang yang tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, jika ia berniat puasa, maka akan mendapatkan pahala ibadah puasa, namun jika tidak makan dan tidak minumnya itu hanya karena tidak ada makanan dan minuman, atau karena tidak mampu membelinya, maka sekalipun ia tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, maka ia termasuk orang yang kelaparan, dan tidak bisa disebut sebagai orang yang sedang beribadah puasa dan mendapat pahala puasa dengan kelaparannya itu, kecuali jika ia sengaja berniat untuk berpuasa.   

Diceritakan bahwa seorang lelaki mendatangi  ulama dan bertanya: “Siapa bisa menunjukkan kepada suatu amal yang aku selalu mengerjakannya karena Allah. Sesungguhnya aku ingin kiranya aku selalu beramal karena Allah di setiap saat pada malam dan siang hari.”

Dikatakan kepadanya, “Engkau telah mendapatkan keinginanmu. Kerjakanlah kebaikan sesuai kemampuanmu. Apabila engkau mengurangi atau meninggalkannya, maka berniatlah untuk mengerjakannya. Karena orang yang ingin beramal shaleh itu seperti pelakunya. Amal yang disertai niat memiliki keistimewaan dibanding perbuatan hewan-hewan dan orang gila yang tidak berakal.”

Niat seorang mukmin itu lebih baik daripada beramal yang tanpa disertai niat. Jangan merasa ragu untuk berniat ibadah terhadap sesuatu yang mubah (amalan biasa). Misalnya saat akan makan maka diniati agar dapat menguatkan badan hingga bisa membantu dirinya saat melaksanakan shalat dan berpuasa. Makan makan dengan niat seperti ini akan bernilai ibadah.

Dulu ada orang bertanya kepada Imam Ibnu Aqil, “Bagaimana jika ada orang yang niat mencelupkan seluruh badannya di dalam air (niat mandi junub), tapi ia ragu apakah mandinya sah atau tidak. Apa pendapatmu tentang hal itu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Pergilah dan katakan padanya: “Engkau tidak wajib shalat.”

Orang itu berkata, “Bagaimana bisa begitu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Karena Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pena diangkat (dosa yang tidak ditulis) dari tiga macam orang, di antaranya: Dari orang gila hingga ia sadar. Orang yang mencelupkan dirinya di dalam air berkali-kali tapi ia ragu apakah ia terkena air, maka ia adalah orang gila (tidak wajib mandi lagi).”

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam