URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KEBERUNTUNGAN BAGI ORANG YANG DIASINGKAN, KARENA BELA ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/6/2017]
   
MUSIBAH TERBESAR ADALAH MUSIBAH DALAM AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/6/2017]
   
70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB ITU, YANG BERSIH DARI KEMUSYRIKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/6/2017]
   
MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DIRI SECARA LAHIR DAN BATIN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/6/2017]
   
KEWAJIBAN BERUKHUWWAH ISLAMIYAH MELEBIHI SEGALANYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/5/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 284 users
Total Pengunjung: 3488226 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AGAMA ITU NASIHAT BAGI PARA PEMIMPIN 
Penulis: Pejuang Islam [ 25/5/2017 ]
 

AGAMA ITU NASIHAT BAGI PARA PEMIMPIN

Luthfi Bashori

Sy. Abu Hurairah RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama (Islam) adalah nasihat.” Pernyataan tersebut beliau SAW ulangi sampai tiga kali.
“Bagi siapa, wahai Rasulullah?” tanya shahabat.

“Nasihat bagi pemimpin kaum muslimin dan juga kaum awam di kalangan mereka,” jawab Rasulullah SAW. (HR. At-Tirmidzi, menurutnya adalah hadits Hasan Shahih).

Jadi jelaslahlah, bagi para pemimpin umat Islam, maka wajib menjadikan ajaran syariat sebagai rujukan pegangan hidup dalam segala hal. Termasuk untuk mengatur segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan pribadinya, kehidupan berkeluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Merujuk kepada syariat Islam haruslah menjadi prioritas utama bagi seorang pemimpin muslim dalam menata kehidupan bermasyarakat, mulai dari lingkungan terkecil, dalam rumah tangganya, atau kampung dimana ia tinggal, atau lingkungan kota, maupun lingkungan propensi, bahkan dalam menjalani hidup bernegara sekalipun.

Karena setiap pemimpin itu pasti akan ditanya oleh Allah dan dimintai pertanggungjawaban tentang kemashlahatan agama para pengikut/rakyatnya. Contohnya, apakah para pengikut/rakyatnya itu telah melaksanakan kewajiban shalatnya, kewajiban zakatnya, kewajiban puasanya, kewajiban hajinya, serta kewajiban pelaksanakan syariat Islam lainnya termasuk dalam dunia hukum pidana.

Jika semua pengikut/rakyatnya itu sudah diajari, diajak dan dibimbing untuk mengamalkan kewajiban bersyariat, maka amanlah sang pemimpin itu dari ancaman siksa Allah. Namun jika belum pernah melakukan kewajibannya sebagai pemimpin muslim terhadap para pengikut/rakyatnya itu, maka ancaman siksa dari Allah sudah menunggu sang pemimpin itu dengan setia.

Sy. Tamim Addari RA menerangkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama itu keilkhlasan.”

Para shahabat bertanya, “Ikhlas kepada siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau SAW bersabda, “Ikhlas kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kepada pemimpin orang muslim dan kepada orang muslim itu.” (HR. Muslim).

Umat Islam yang telah diajak, diajari dan dibimbing oleh para pemimpin muslim taat syariat, maka wajib hukumnya untuk mengikuti ajakan para pemimpin muslim tersebut. Ketaatan kepada para pemimpin muslim dalam pelaksana syariat ini, adalah suatu keharusan bagi setiap umat Islam dari kalangan awwam, karena kelak semua gerak-gerik mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Jika sudah adanya keterikatan antara para pemimpin muslim dengan para pengikut/rakyatnya yang selalu bersama-sama membingkai kehidupan mereka sehari-hari dengan standart syariat, maka akan terjadi kehidupan berjamaah secara sempurna di kalangan umat Islam.

Persatuan umat Islam di suatu masa dalam kehidupan umat manusia secara makro, jika mereka melaksanakan ajaran syariat Islam secara sempurna, maka masa-masa itu tentu akan menjadi masa keemasan umat Islam, karena pertologan Allah akan selalu datang kepada mereka dan turun silih berganti.

Sebaliknya, jika para pemimpin muslim dan para pengikut/rakyatnya sudah menjauhkan diri dari ajaran syariat Islam sebagai ketentuan dari Allah, maka keterpurukan demi keterpurukan akan dialami oleh umat Islam, karena pertolongan Allah itu akan semakin jauh pula dari kehidupan mereka.

Di antara penyebab terjadinya keterpurukan umat Islam adalah apa yang diterangkan oleh Rasululah SAW sebagaiman yang  tertera dalam riwayat Sy. Ibnu Abbas RA, beliau memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW berasbda, “Tiga perkara yang akan melenyapkan agama (kebaikan), yaitu adanya orang alim yang durhaka, adanya pemimpin (imam) yang dhalim, dan adanya mujtahid yang bodoh.” (HR. Ad-Dailami).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam