URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 21 September 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 158 users
Total Pengunjung: 3592598 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KETABAHAN SEORANG PEJUANG, TIDAK DATANG DENGAN SENDIRINYA 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/4/2017 ]
 
KETABAHAN SEORANG PEJUANG,
TIDAK DATANG DENGAN SENDIRINYA


Luthfi Bashori

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa berusaha menabahkan diri, maka Allah akan menjadikannya tabah. Tiada karunia dilimpahkan kepada seseorang yang lebih luas dibandingkan ketabahan.” (HR. Bukhari).

Tabah adalah sabar, tahan, tetap kuat hati dalam menghadapi mara bahaya, berbagai cobaan, ujian serta bermacam-macam kesulitan,

Termasuk yang membutuhkan ketabahan ekstra adalah seorang muslim yang ikut berjuang di jalan Allah, seperti upaya berdakwah mengajak umat Islam agar mereka memahami ajaran syariat Islam secara baik dan benar.  Atau berjuang dalam melanggengkan ibadah shalat berjamaah di tengah masyarakat, terlebih mendekati akhir zaman yang urusan ibadah kepada Allah itu semakin luntur pula di kalangan umat Islam.

Atau berjuang menjaga marwah Islam dari serangan musuh baik dari kalangan orang-orang kafir, atau kaum munafiq maupun dari kalangan orang-orang fasiq yang telah kehilangan rasa takutnya kepada Allah.

Atau upaya memperbaiki lingkungan dari maraknya kemaksiatan fisik maupun kemaksiatan aqidah, yang mana hal-hal semacam ini sangat membutuhkan ketabahan bagi para pejuang Islam, karena kondisi seperti ini sudah banyak terjadi di dalam pergaulan bersama masyarakat yang hitrogen.

Berjuang di jalan Allah seperti dalam contoh di atas, pastilah rawan mendapatkan perlawanan dari berbagai kalangan, khususnya dari pihak-pihak yang merasa bahwa kepentingan mereka terpaksa harus bersinggungan dengan dunia perjuangan. Maka para pejuang di jalan Allah itu harus belajar tabah, tidak mudah menyerah, hingga benar-benar menjadi seorang pejuang Islam yang memiliki ketabahan yang super dan keuletan yang ekstra, serta ketangguhan yang luar biasa, karena mau tidak mau, pastlah mereka akan menghadapi berbagai macam tantangan dan tentangan.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang mukmin yang bergaul dengan orang lain dan tabah menghadapi gangguan mereka, lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan orang lain dan tidak tabah dalam menghadapi gangguan mereka.” (HR. Tirmidzi).

Tabah juga diperlukan oleh umat Islam yang sedang ditimpa musibah, seperti orang-orang yang sedang mendapatkan ujian sakit, ujian sulitnya mendapat rejeki, ujian bencana alam, ujian kegagalan dalam meraih sesuatu harapan yang dianggap vital dalam hidupnya, dan ujian-ujian dari Allah yang lainnya, maka di samping mereka harus tetap berusaha untuk bangkit dari kesusahan atau kegagalan tersebut, hendaklah selalu belajar tabah dan tawakkal serta berpasrah diri kepada Allah, misalnya dengan berusaha rajin melantunkan doa kepada Allah yang tiada henti-hentinya, dengan keyakinan bahwa  segala kesulitan yang sedang dihadapinya itu akan segera teratasi jika dikehendaki oleh Allah SWT.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam