URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [20/7/2020]
   
ORANG BAIK AKAN TERASINGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2020]
   
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2020]
   
RESIKO BERTEMAN DENGAN PENJAHAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2020]
   
MUSLIM NUSANTARA APA ISLAM NUSANTARA?  
  Penulis: Pejuang Islam  [15/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 4 Agustus 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 313 users
Total Pengunjung: 5096615 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
MENGENAL WATAK SESEORANG 
Penulis: Pejuang Islam [1/6/2020]
 
MENGENAL WATAK SESEORANG

Luthfi Bashori


Karakter atau watak, adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Menurut IR. Poedjawijatna, watak atau karakter itu mengandung pengertian strukur batin manusia yang tampak pada tingkah laku dan perbuatannya, yang tertentu dan tetap. Ia merupakan ciri khas pribadi orang yang bersangkutan. IR. Poedjawijatna mengemukakan bahwa watak atau karakter ialah seluruh aku yang ternyata dalam tindakannya terlibat dalam situasi , jadi memang di bawah pengaruh dari pihak bakat, temperamen, keadaan tubuh, dan lain sebagainya (Poedjawijatna, 1970: 129)

Adapun dalam pandangan Syariat, diriwayatkan dari Sayyidina Anas bin Malik RA menginformasikan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tatkala Allah SWT telah menciptakan bentuk Adam di surga, Allah membiarkan seperti yang dikehendaki-Nya. Lalu Iblis mengelilinginya (adam) seraya mengamati. Setelah Iblis melihat Adam sebagai mahkluk yang berongga, ia mengerti bahwa Adam diciptakan sebagai makhluk yang berwatak tidak dapat menahan diri.” (HR. Muslim).

Jika ada seseorang yang sering tidak dapat menahan diri dalam banyak hal, maka hal itu adalah watak asli manusia sejak diciptakan. Karena itu pelanggaran yang pertama kali dilakukan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa’ adalah tidak dapat menahan diri dari keinginan untuk mencicipi buah larangan, setelah dirayu dan digoda oleh Iblis.

Manusia hingga saat ini, tetap memiliki watak tidak dapat menahan diri terhadap apa-apa yang menjadi kesenangannya, kecuali orang-orang yang diberi keistimewaan khusus oleh Allah.

Sebagai gambaran yang paling mudah misalnya, orang-orang dari kalangan dunia sepak bola, tentu akan sulit menahan diri jika ada pertandingan yang menyangkut club kesayangannya untuk nimbrung di dalamnya, entah itu datang ke stadion, atau lewat siaran langsung, atau minimal ikut berkomentar, dan lain sebagainya. Itupun belum membahas tentang kehidupan para pemainnya, pelatihnya dan pemilik clubnya.

Demikian juga dengan dunia lain jika dicermati, tentu banyak orang-orang yang wataknya tidak dapat menahan diri untuk memenuhi keinginan dirinya.

Menurut beberapa  pengamatan, ada cara mudah untuk mengenal watak dan karakter seseorang antara lain saat berhubungan lewat handphone, Jika lawan bicara sering mengecek handphone di tengah-tengah perbincangan, dapat digambarkan bahwa ia memiliki sifat kurang menghargai orang lain, bukan pendengar yang baik, dan kurang dapat berinteraksi langsung dengan orang lain.

Jika ia cenderung membicarakan diri sendiri, ada kemungkinan besar bersifat keras kepala, egois dan cenderung agak susah berbagi. Namjun jika ia hanya berbagi sedikit tentang dirinya, umumnya memiliki sifat yang ramah, rendah hati, dan suka berbagi.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam