URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 16 Oktober 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 594 users
Total Pengunjung: 4633209 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Hukum Menghina Orang dengan Sebutan Binatang 
Penulis: https://www.islampos.com [6/10/2019]
 
Hukum Menghina Orang dengan Sebutan Binatang


Tak ada seorang pun yang mau dihina, dicela apalagi sampai dikatain seperti binatang. Bagi Anda yang mungkin pernah mengalami tentu rasanya sakit dan dongkol. Bahkan rasa sakitnya sulit hilang dan akan terus membekas hingga bertahun-tahun. Beda dengan sakit karena teriris pisau yang bisa sembuh dalam hitungan hari.

Karena itu jika ditelusuri secara hukum syariat, menghina sesama muslim dengan kata-kata kasar adalah tindakan yang masuk kategori dosa besar. Al-Kaba-ir. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminah tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 58)

Rasulullah SAW juga menegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdillah, dari Abdullah ia berkata,Artinya: “Mencela/menghina seorang muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim. An-Nasa-i no. 4036)

Kata Sibab adalah asy-Syatmu yang artinya mengutuk. Sibab itu celaan atau kutukan yang lebih parah dari Sabb. Kalau sabb itu mencela sekadarnya tanpa unsur kedustaan, sedangkan sibab adalah mencela dan mengutuk dengan unsur kebohongan (sesuatu yang sebenarnya tidak ada pada diri yang dicela) dan aib orang yang dicela. Sabb dan sibab sama-sama perbuatan yang dilarang dan berdosa.

Imam an-Nawawi menjelaskan, “Fasik itu secara etimologi artinya keluar. Keluar dari ketaatan. Maksud hadits di atas, menghina seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan hukumnya haram berdasarkan Ijma’. Pelakunya dihukumi sebagai Fasik, sebagaimana keterangan dari Rasulullah SAW di atas.”

Syaikh asy-Syinqiti mendetailkan, “Itu menunjukkan bahwa kedua tindakan tersebut adalah bagian dari dosa besar.”

Gaya mencela dan menghina mungkin berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain. Namun, penghinaan, celaan, kutukan, dan semisalnya yang menggunakan ujaran binatang atau nama binatang itu termasuk kategori Sibab sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Menghina dengan sebutan ‘anj*ng’ loe, ‘Kamu anak lut*ung’, ‘Dasar k*mpret’ (K*mpret: bahasa jawa dari anak kelelawar), ‘Mereka itu seperti sekumpulan hewan’, dan masih banyak lagi hinaan dan celaan yang sering terdengar di masyarakat. Model-model hinaan seperti itu termasuk kategori Sibab yang hukumnya haram dilemparkan kepada sesama muslim. Itu adalah dosa besar.

Menghina dengan sebutan binatang kepada sesama muslim, selain itu termasuk dosa besar, perbuatan itu juga tentu berakibat negatif pada muslim yang dihina atau dicela. Hinaan dan celaan itu tentu akan menyakiti hati dan perasaan. Ketika hati seorang muslim tersakiti oleh kezaliman berupa celaan dan hinaan dengan ujaran kalimat binatang, rasa sakit itu sangat mungkin akan membekas kuat dalam hatinya.

Jika muslim yang dihina tidak memiliki kesabaran dan sifat lapang dada yang lebih, hinaan yang membekas dalam hatinya akan berubah menjadi rasa benci. Bahkan, bisa jadi akan ia wujudkan dalam aksi balasan. Tentu ini akan menimbulkan masalah baru dalam tubuh umat Islam berupa permusuhan dan perpecahan antar sesama muslim.


https://www.islampos.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam