URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 507 users
Total Pengunjung: 4544304 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Balita Suka Makanan Pedas, Amankah bagi Pencernaannya? 
Penulis: https://www.klikdokter.com [18/5/2019]
 
Balita Suka Makanan Pedas, Amankah bagi Pencernaannya?


Anak di bawah usia lima tahun, atau biasa disebut balita, biasanya sudah bisa mengonsumsi makanan yang bervariasi. Tapi cukup unik jika ternyata balita suka makanan pedas. Terkadang hal tersebut memunculkan rasa dilema pada orang tua.

Di satu sisi, sang ibu ingin anak tetap memperoleh nutrisi yang cukup dengan menjaga nafsu makan tetap baik. Namun di sisi lain, ibu juga khawatir jika terlalu sering memberikan makanan pedas pada sang anak – khususnya balita – akan mengakibatkan masalah pencernaan di masa depan.

Dampak pemberian makanan pedas bagi pencernaan balita

Berdasarkan berbagai diskusi yang disampaikan para spesialis anak dan ahli gizi, ada beberapa fakta mengenai dampak pemberian makanan pedas bagi pencernaan balita. Berikut beberapa di antaranya.

    ASI dari ibu pencinta makanan pedas tingkatkan toleransi pedas anak

Pada ibu menyusui yang menyukai makanan pedas dan tetap konsumsi makanan pedas, dipercaya akan memberikan ASI yang dapat memperkuat pencernaan anak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Anak yang memperoleh ASI tersebut akan memiliki toleransi terhadap makanan pedas sehingga tidak akan membahayakan sistem pencernaan sang anak.

    Bedakan aroma pedas dengan rasa pedas

Pedas dapat berasal dari aroma dan rasa yang pedas. Kedua hal ini merupakan hal yang berbeda dan berasal dari sumber yang berbeda. Aroma pedas berasal dari rempah seperti kayu manis, pala, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, adas dan jinten.

Aroma yang berasal dari rempah tersebut dapat mulai dikenalkan pada anak, bahkan bayi setelah mencapai usia 6 bulan. Banyak paradigma yang beredar di masyarakat bahwa makanan untuk bayi haruslah hambar. Namun hal ini tidaklah benar.

Anda dapat mengenalkan aroma rempah tersebut pada anak, tapi sebaiknya diberikan jarak. Setiap pengenalan satu jenis rempah dilakukan selama empat hingga lima hari untuk melihat apakah menimbulkan reaksi tertentu pada anak.

Berbeda halnya dengan rasa pedas. Rasa pedas merupakan hasil dari stimulasi nyeri, yang dampaknya akan lebih besar dirasakan pada bayi. Pada lidah dan saluran pencernaan terdapat reseptor nyeri, yaitu transient receptor potential vanilloid-1 (TRPV-1).

Kandungan capsaicin yang menimbulkan rasa pedas berikatan dengan reseptor tersebut sehingga dapat menimbulkan rasa terbakar pada lidah dan saluran pencernaan.

Di beberapa daerah, pengenalan makanan pedas dilakukan pada usia yang cukup dini dan diberikan cukup sering, yaitu sekitar 2-3 kali dalam seminggu. Dengan ini, anak memiliki toleransi terhadap rasa pedas, meski pada derajat kepedasan berbeda pada setiap anak.

    Makanan pedas memberikan efek antioksidan

Makanan pedas ternyata juga memberikan efek antioksidan bagi anak. Hal ini dapat membantu menjaga metabolisme tubuh anak, termasuk saluran pencernaan. Akan tetapi, Anda tetap harus memantau apakah terdapat reaksi intoleransi yang timbul pada anak setelah makanan pedas.

Pemberian makan pedas pada balita tetap harus dipertimbangkan berdasarkan reaksi pada masing-masing anak. Sebaiknya, pengenalan makanan pedas baru dimulai ketika anak menginjak usia di atas satu tahun.

Pada usia tersebut, indra perasa anak sudah cukup stabil sehingga tidak menimbulkan stimulasi berlebihan pada rasa pedas. Anda pun dapat menghindarkan trauma pada anak hingga berujung pada menolak untuk makan.

Selama tidak mengalami reaksi yang merugikan bagi pencernaan, balita boleh-boleh saja mengonsumsi makanan pedas. Tentunya Anda tetap harus memperhatikan derajat kepedasan. Berikan makanan yang dapat ditoleransi anak. Jangan lupa juga untuk mengimbangi dengan asupan lainnya, seperti sayur, buah, susu, dan cairan. Pengenalan aneka rasa sejak dini akan sangat baik bagi balita.


 https://www.klikdokter.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam