URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 Mei 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 182 users
Total Pengunjung: 4415871 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Mau Bikin Jamuan Teh, Kenali Makanan Pendamping Teh yang Cocok! 
Penulis: https://www.guesehat.com [7/5/2019]
 
Mau Bikin Jamuan Teh, Kenali Makanan Pendamping
Teh yang Cocok!


Tahukah Kamu kalau setiap cangkir teh yang Kamu konsumsi selama ini sebenarnya memiliki jenis yang berbeda-beda? Karena jenisnya yang berbeda, maka makanan pendamping teh yang cocok pun tidak sama.

Perbedaan jenis teh ditentukan dari variasi tanaman teh, lokasi penanaman teh, dan metode pembuatan atau proses saat menyeduhnya. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan teh adalah daun dari tanaman Camellia sinensis.

“Ada dua varian utama dari Camellia sinensis, yaitu Camelia sinensis var. Assamica dan Camellia sinensis var. Sinensis. Keduanya memiliki perbedaan dari segi rasa dan warna,” ungkap pakar teh, Nunung Dwiputra saat ditemui dalam acara Jakarta Food Editor’s Club Unilever Indonesia, di Graha Unilever, 30 April 2019.

Varian Assamica adalah jenis teh yang pada umumnya ditanam pada tempat beriklim tropis. 80% tanaman teh yang ditanam pada tempat beriklim tropis seperti Indonesia, India, kenya, dan Sri Lanka adalah Assamica Jat. Assamica Jat ini memiliki permukaan daun yang lebar dan warnanya akan gelap saat diseduh.

“Karena tumbuh di iklim tropis, permukaan daun Assamica Jat lebar dan memiliki rasa yang malty dan grassy,” tambah Nunung. Selain varian Assamica, varian Sinensis memiliki warna yang lebih ringan dan rasa yang lebih manis.

“Varian Sinensis pada umumnya diproduksi di Jepang, Tiongkok, Korea, dan Taiwan. Varian ini memiliki daun yang lebih kecil karena tumbuh di iklim yang lebih dingin, serta memiliki aroma yang lebih harum,” jelas pakar teh dari Unilever itu.

 
Perbedaan Jenis-jenis Teh secara Umum

Tidak hanya iklim dan jenis tanaman teh yang ditanam, proses pengolahan juga memberikan pengaruh terhadap jenis yang akan digunakan untuk menyeduh. Secara umum, ada 4 jenis teh yang biasa ditemui, yaitu teh putih, hijau, hitam, dan oolong. Masing-masing teh itu pun memiliki proses pengolahan yang berbeda.

 
1. Teh Putih

Teh jenis ini berasal dari pucuk daun teh, tidak mengalami pemrosesan, dan langsung dikeringkan. Selain itu, teh putih yang diolah akan terlihat seperti minuman berwarna kuning dan rasanya lebih lembut dari teh biasanya nih, Gengs.

Teh jenis juga dipercaya dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menyebabkan infeksi. Khasiat tersebut pun dapat berpengaruh pada peningkatan sistem kekebalan tubuh.

 
2. Teh Hijau

Teh hijau diproses dari daun teh yang sama dengan teh hitam tanpa melalui proses yang lebih panjang. Setelah dipetik, daun teh hijau langsung diolah dengan cara dipanggang, digulung, lalu dikeringkan.


3. Teh Oolong

Teh jenis ini paling sulit untuk diproses meski hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Dipengaruhi oleh proses pengolahan yang berbeda, teh ini memberikan aroma yang khas. “Setelah diseduh, teh oolong pada awalnya akan terasa pahit dan kemudian akan meninggalkan sedikit rasa manis setelah diminum,” ujar Nunung.


4. Teh Hitam

Teh yang memiliki aroma paling kuat ini adalah jenis teh celup yang biasa kita temui dan konsumsi dengan berbagai jenis makanan. Teh hitam melalui proses pengolahan yang mirip dengan teh oolong, yaitu melalui pelayuan, penggulungan, oksidasi, dan pengeringan namun dalam waktu yang lebih lama.


Makanan Pendamping Teh

Food pairing adalah teknik perpaduan antara makanan satu dengan yang lainnya. Selama ini, kita mungkin sudah sering mendengar wine atau coffee pairing. Lalu, bagaimana dengan teh? “Teh dapat dipadukan dengan makanan yang sesuai dengan jenis tehnya masing-masing,” jelas Nunung.  

“Ada perpaduaan aroma teh dengan makanan. Teh tarik misalnya, cocok diminum bersama dengan kue kering atau cookies,” tambahnya. Namun, jika Kamu menyukai teh dengan aroma atau rasa, seperti melati, vanila, atau stroberi, bisa mengonsumsi teh dengan kue kering rasa karamel, cokelat, ataupun kelapa.

Sedangkan, untuk makanan yang digoreng, seperti singkong goreng, jenis teh yang cocok dipadukan adalah teh hijau. Namun, untuk makanan digoreng dengan rasa yang lebih kompleks, seperti tahu goreng, cocok dipadukan dengan teh hitam.

Nah, sekarang Kamu jadi lebih tahu kan makanan pendamping teh yang cocok sehingga bisa memadupadankannya dengan rasa dan aroma teh yang nikmat? Kalau Kamu, suka jenis makanan apa untuk pendamping minum teh, Gengs? Yuk, bagikan cerita atau pengalaman Kamu mencoba berbagai jenis teh misalnya dengan fitur Forum yang ada di GueSehat.com!


https://www.guesehat.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam