URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 507 users
Total Pengunjung: 4544302 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Klaim Palestina Tidak Pernah Ada, Kebodohan Putra Netanyahu Ini Diejek Pengguna Twitter 
Penulis: http://sahabatalaqsha.com [26/4/2019]
 
Klaim Palestina Tidak Pernah Ada, Kebodohan
Putra Netanyahu Ini Diejek Pengguna Twitter


Putra Benyamin Netanyahu, Yair, dikritik setelah melontarkan beberapa cuitan yang menyangkal eksistensi Palestina dengan dalih tidak ada huruf “P” dalam bahasa Arab.

Yair, yang dikenal aktif di Twitter, memulai diskusi setelah berbagi foto sebuah desa Palestina yang penduduknya mengalami pembersihan etnis oleh Haganah, Irgun dan Lehi – kelompok-kelompok Zionis yang secara luas dianggap sebagai organisasi teroris selama Nakba pada 1948.

Cuitan proaktif ini memicu sejumlah balasan dari para pengguna Twitter yang menunjukkan sejarah berdarah desa tersebut dan nasib warga Palestina yang pernah tinggal di sana.

Menanggapi itu, Yair mengklaim bahwa gagasan mengenai Palestina adalah mitos, kemudian ia menghadirkan bukti bahwa faktanya huruf “P” tidak ada dalam bahasa Arab. Yair mengabaikan fakta bahwa nama Arab wilayah itu adalah Falastiin.

Dia kemudian mengklaim bahwa orang Arab adalah milik Arabia dikarenakan kesamaan linguistik, sama seperti orang Yahudi seharusnya menjadi milik Judea (Yudea).

Malang bagi Yair, kebodohannya diketahui pengguna Twitter yang dengan cepat menunjukkan padanya bahwa huruf “J” tidak ada dalam bahasa Ibrani, sehingga dengan logikanya sendiri, orang-orang Yahudi seharusnya tidak memiliki koneksi ke wilayah yang dianggap Judea (Yudea).

Aktivis pro-Palestina Miko Peled lebih lanjut mempertanyakan apakah tidak adanya “J” dalam bahasa Ibrani berarti “tidak ada orang Yahudi (Jewish), Judea (Yudea) dan juga Jerusalem.

Beberapa pengguna Twitter menyoroti bahwa jika komentar seperti itu dibuat oleh orang non-Yahudi, itu akan dianggap anti-Semitisme.

Pengguna lainnya berusaha mendidik Yair tentang sejarah Palestina, dengan menggunakan peta masa Kekhalifahan Utsmaniyah yang dengan jelas mengidentifikasi wilayah itu sebagai Falastiin, kemudian mengganti “F” dengan “P” Turki, bahkan sebelum Mandat Britania atas Palestina dan pembagian Levant oleh kekuatan imperial.

Yair terus membenarkan komentarnya dengan menunjukkan kesamaan antara bendera nasional Yordania dan Palestina.

Akan tetapi, kebodohannya semakin diperlihatkan oleh para pengguna Twitter yang menunjukkan kesamaan antara sejumlah bendera di bagian lain di dunia.

Para politisi ‘Israel’ sering berupaya memanipulasi sejarah untuk membenarkan pendirian negara palsu ‘Israel’ dan mencela klaim rakyat Palestina.

Yair Netanyahu terkenal memiliki reputasi sangat bodoh dan perilaku ofensif di media sosial. Bulan lalu, ia dikecam oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah menuduh Turki menjajah Konstantinopel. Tahun lalu, ia memicu konflik antara Ankara dan Tel Aviv setelah ia mengepos publikasi sebuah gambar di Instagram yang bertuliskan “F*ck Turkey”, setelah adanya kecaman atas serangan ‘Israel’ terhadap para pengunjuk rasa di Jalur Gaza.

Pada bulan Desember, Facebook memblokirnya selama 24 jam setelah ia mengepos serangkaian ujaran anti-Muslim dan anti-Palestina yang menurut jejaring sosial itu melanggar aturan tentang ujaran kebencian.


http://sahabatalaqsha.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam