URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 27 Mei 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 343 users
Total Pengunjung: 4420691 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
‘Kami Hanya Ingin Jadi Wanita, Jalani Hidup dan Dihargai’ 
Penulis: http://sahabatalaqsha.com [9/3/2019]
 
‘Kami Hanya Ingin Jadi Wanita, Jalani Hidup dan Dihargai’


 Ketika dunia merayakan Hari Perempuan Internasional, seorang perawat di Suriah mengingat kembali perjuangan yang dihadapi para wanita Suriah sejak terjadinya perang pada tahun 2011.

Elif –yang tidak memberikan nama belakangnya karena alasan keamanan– seorang perawat anak-anak di sebuah rumah sakit di provinsi Azaz, Suriah, yang didirikan oleh Asosiasi Dokter Independen, menyatakan Hari Perempuan Internasional tidak berbeda dengan hari-hari lain dalam kehidupan seorang wanita Suriah.

“Kami –para wanita Suriah– tidak hidup dan merasakan Hari Perempuan Internasional,” katanya kepada Anadolu Agency.

Elif mengatakan bahwa akibat perang, tanggung jawab hidup wanita Suriah meningkat seiring dengan perjuangan yang harus mereka hadapi setiap hari.

Konflik di Suriah dimulai pada 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak para pengunjuk rasa dengan kekejaman yang tak terbayangkan.

Ratusan ribu warga sipil tewas atau mengungsi akibat konflik, sebagian besar karena serangan udara rezim yang menargetkan daerah-daerah yang dikuasai oposisi.

Elif mengatakan bahwa kehidupan di kamp-kamp pengungsi sangat sulit bagi kaum wanita karena kurangnya pelayanan kesehatan dan keamanan.

“Saya belajar di sini (di rumah sakit) tentang apa artinya menjadi seorang wanita. Kondisi kehidupan wanita di Suriah sangat sulit. Mereka mengalami kesulitan. Misalnya, para wanita yang tinggal di kamp-kamp (pengungsi), mereka yang selamat dari bom dan trauma. Wanita-wanita ini mengalami masalah psikologis dan fisik,” katanya.

Elif mengatakan, wanita-wanita Suriah juga hidup dengan kecemasan yang dipicu oleh perang yang sedang berlangsung, dan ini juga memengaruhi keluarga mereka.

“Sebagian besar wanita tidak ingin punya anak karena mereka takut tidak akan bisa merawat mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan telah bertemu banyak wanita dengan berbagai cerita di tempat kerjanya, Elif menegaskan bahwa perang menghantam para wanita dan anak-anak paling keras.

“Apa yang akan saya makan besok? Apakah akan ada bom? Apakah saya bisa mendapatkan roti atau makanan lain? Kekhawatiran ini menyusahkan para wanita. Mereka khawatir tentang masa depan,” tambahnya.

Karena 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional, Elif mengungkapkan harapan bahwa wanita-wanita Suriah pada akhirnya dapat turut serta merayakannya.

“Saya berharap suatu hari, kami juga dapat merayakan Hari Perempuan Internasional seperti wanita lain di dunia dan bisa merasakan bahwa kami adalah wanita,” ungkapnya.

“Kami hanya ingin menjadi wanita, menjalani hidup kami dan dihargai.”*


http://sahabatalaqsha.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam