URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/2/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis:  [8/2/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/2/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/2/2019]
   
SEKALIPUN KELAPARAN, JANGAN JUAL AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/2/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 16 Februari 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 442 users
Total Pengunjung: 4276458 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Cegah Anak Tertular Demam Berdarah dengan 3 Cara Ini 
Penulis: https://www.klikdokter.com [27/1/2019]
 
Cegah Anak Tertular Demam Berdarah dengan 3 Cara Ini


Memasuki musim hujan, berbagai penyakit pun mulai bermunculan, tak terkecuali demam berdarah. Wabah ini disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Segala usia dapat terkena wabah demam berdarah, termasuk anak-anak.

Demam berdarah pada anak tidak boleh disepelekan. Kematian pada penyakit demam berdarah sering dalam bentuk dengue shock syndrome (DSS), yang terjadi akibat

“Saat masuk DSS, orang dewasa biasanya sudah lemas dan terkapar. Berbeda dengan anak-anak, biasanya mereka masih aktif walau sakit sehingga kekurangan cairannya bisa terlambat didiagnosis,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Tapi jangan buru-buru panik, ada beragam upaya yang dapat dilakukan orang tua guna mencegah anak tertular demam berdarah. Berikut cara-cara yang dapat Anda lakukan:


1. Menghindari gigitan nyamuk

Pastikan lingkungan tempat keluarga beraktivitas jauh dari jangkauan nyamuk. “Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara menggunakan kelambu saat tidur, memakai baju tertutup pada anak, dan mengoleskan losion antinyamuk,” kata dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.


2. Mengawasi waktu beraktivitas

“Nyamuk Aedes aegypti memiliki tingkat keaktifan yang tinggi di pagi hari yaitu pukul 09.00-10.00, dan sore hari pukul 16.00-17.00. Kewaspadaan ekstra dalam beraktivitas harus Anda tingkatkan pada waktu-waktu tersebut,” kata dr. Dyan.

3. Melakukan gerakan 4M plus

Anda dapat melakukan gerakan 4M plus untuk mencegah sekaligus memberantas sarang nyamuk. Gerakan 4M plus termasuk berikut ini:

 a. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air lainnya.
 b. Menutup rapat bak mandi dan tempat penampuang air lainnya.
 c. Mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.
 d. Memantau perkembangan jentik-jentik nyamuk secara berkelanjutan, menaburkan bubur larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, dan sebagainya.


“Pada dasarnya, upaya pencegahan penularan demam berdarah dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan tempat tinggal Anda sekeluarga. Untuk itu, upaya ini sebaiknya juga melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan Anda,” kata dr. Dyan.
Mewaspadai gejala dan penyebaran demam berdarah

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa hanya dalam dua bulan (Januari-Februari 2016), sebanyak 8,487 jiwa orang terjangkit penyakit demam berdarah dengan angka kematian sebesar 108 jiwa. Salah satu dampak terberat ada pada usia anak-anak.

Tercatat juga bahwa anak-anak adalah korban terbanyak dari penyakit ini. Sebanyak 43,44 persen kasus terjadi pada golongan usia 5-14 tahun, sedangkan golongan usia 15-44 tahun memiliki frekuensi kasus sebesar 33,25 persen.

Penting untuk diketahui bahwa gejala khas demam berdarah adalah demam yang mendadak tinggi selama 2-7 hari. Beberapa gejala lainnya yang mengiringi demam adalah:

  a. Nyeri kepala
  b. Nyeri pada bagian belakang mata
  c. Nyeri otot dan sendi
  d. Ruam kemerahan
  e. Mual dan muntah
  f. Nyeri perut akibat pembengkakan hati
  g. Bintik-bintik merah di kulit
  h. Hasil pemeriksaan jumlah trombosit di bawah nilai normal


Segeralah hubungi dokter bila demam anak berlangsung selama tiga hari. Dokter akan melakukan tes untuk mengecek darah anak untuk mendiagnosis lebih lanjut, apakah anak terkena demam berdarah atau tidak. Selama anak demam, lakukan juga tiga cara yang sudah disebutkan untuk menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti.


https://www.klikdokter.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam