URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/4/2019]
   
PERINTAH AJARKAN KEBAIKAN AGAMA KEPADA ANAK 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/4/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/4/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 24 April 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 159 users
Total Pengunjung: 4382978 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
7 Penyakit Kulit Akibat HIV/AIDS 
Penulis: https://www.guesehat.com [25/1/2019]
 
7 Penyakit Kulit Akibat HIV/AIDS


Geng Sehat, baru saja kita memperingati Hari AIDS Sedunia. Masih banyak sekali pekerjaan rumah dalam rangka menurunkan insiden HIV dan AIDS di dunia. HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menjadi penyabab AIDS (Acquired Immunie Deficiency Syndrome), akan melemahkan kekebalan tubuh penderitanya.

Karena HIV melemahkan sistem imun, penderita infeksi HIV memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai jenis infeksi, termasuk masalah pada kulit. Bahkan, beberapa penyakit kulit bisa menjadi gejala awal seseorang terdiagnosis HIV. Lalu, penyakit kulit apa saja sih yang berkaitan dengan infeksi HIV/AIDS?


1. Infeksi Jamur di Mulut


Infeksi jamur di rongga mulut (thrush) umumnya disebabkan oleh jamur kandida. Gejala umum dari infeksi jamur mulut adalah lesi berwarna putih di lidah atau pipi bagian dalam. Namun, terkadang lesi tersebut juga bisa muncul di langit-langit mulut, gusi, amandel, atau bagian belakang tenggorokan. Lesi tersebut bisa menimbulkan rasa sakit dan bahkan berdarah ketika tergores.

Infeksi jamur kandida juga bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk esofagus, paru-paru, hati, dan kulit. Infeksi ini lebih sering menyerang penderita gangguan kekebalan tubuh, seperti pasien kanker, HIV, atau penyakit lain yang melemahkan sistem imun. Gejalanya juga bisa lebih parah dan sulit untuk diatasi pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

Penderita HIV kerap terdiagnosis saat memeriksakan infeksi jamur di rongga mulut ke dokter. Infeksi jamur mulut dapat diatasi dengan memberikan obat anti jamur, yang umumnya dikonsumsi selama 10 - 14 hari. Untuk mencegahnya datang kembali, pasien dengan HIV harus mengonsumsi obat HIV secara rutin.

 
2. Sarkoma Kaposi

Sarkoma kaposi adalah sejenis kanker pada kulit dan membran mukosa. Penyakit ini seringkali menyerang penderita HIV/AIDS. Sarkoma kaposi disebabkan oleh jenis virus herpes.  Sarkoma kaposi biasanya muncul seperti lesi gelap atau keunguan pada kulit. Akibat sistem imun lemah yang disebabkan oleh AIDS, sarkoma kaposi bisa menyebar dalam waktu yang cepat ke bagian tubuh lain, termasuk organ dalam.

Penyakit ini bisa diatasi dengan operasi (mengangkat lesi dan kulit di sekitarnya), kemoterapi (obat yang membunuh sel kanker), terapi radiasi (dosis tinggi X-ray atau radiasi lainnya), atau terapi biologis. Namun, biasanya mengobati HIV sendiri juga menjadi pengobatan terbaik karena sistem imun bisa kembali meningkat dan cukup kuat untuk menyembuhkan sarkoma kaposi.

 
3. Oral Hair Leukoplakia

Penyakit ini berupa infeksi pada rongga mulut dalam bentuk lesi putih berambut di bagian bawah atau samping lidah. Oral hairy leukoplakia bisa menjadi pertanda awal dari HIV/AIDS. Infeksi ini disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Lesi penyakit ini berbentuk rata dan halus atau bisa juga berambut, dan tidak menimbulkan rasa sakit serta ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, biasanya kondisi ini tidak diobati.


4. Moluskum Kontagiosum

Moluskum kontagiosum adalah infeksi dengan ciri khas benjolan berwarna putih atau menyerupai warna daging di kulit. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menular. Moluskum kontagiosum bukan kondisi yang serius, dan benjolannya juga umumnya sembuh dengan sendirinya.  

Namun, pada penderita HIV yang sistem imunnya rendah, infeksi ini bisa menjadi kronik dan progresif. Jika diperlukan, dokter akan memberikan krim asam retinoat. Namun, cara terbaik tetap dengan menekan virus HIV-nya, karena dengan peningkatan sistem imun, moluskum kontagiosum juga akan sembuh dengan sendirinya.


5. Herpes

Ada dua jenis herpes, yang pertama adalah herpes simplex tipe 1 (HSV-1), yang seringkali muncul di dekat mulut. Yang kedua adalah herpes simplex tipe 2 (HSV-2), yang seringkali muncul di dekat organ seksual. HSV-2 juga disebut herpes genital. Virus herpes menular lewat kontak seksual, seperti berciuman atau berhubungan seks. Herpes genital juga termasuk penyakit menular seksual.

Tidak ada obat untuk herpes. Kalau Kamu tertular, virusnya akan menetap selamanya di dalam tubuh. Biasanya virus tersebut `tidur` di sel-sel saraf, ketika tidak terpicu oleh alergi tertentu dan menjadi aktif kembali.

 
6. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit kulit umum yang menimbulkan ruam merah dan kulit yang mengelupas. Gejala tersebut biasanya muncul di kulit kepala, sikut, lutut, dan punggung bagian belakang. Gejala psoriasis juga bisa muncul di kuku tangan. Psoriasis tidak bisa disembuhkan secara total, namun pengobatan bisa meredakan gejalanya, pada kasus parah sekalipun. Pengobatan umum untuk psoriasis termasuk krim steroid, vitamin D, dan retinoid topikal. Untuk kasus parah, ada terapi khusus untuk mengatasinya.

 
7. Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah inflamasi pada kulit di sekitar kelenjar sebasea, yang umumnya terletak di kepala, wajah, punggung bagian atas, dan selangkangan. Ketika kelenjar ini memproduksi terlalu banyak minyak, dampaknya berupa kemerahan di kulit dan mengelupas.

Dermatitis seboroik tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, untuk mengobati gejalanya, biasanya dokter memberikan sampo yang mengandung tar batubara, zinx pyrithione, atau selenium sulfida. Pengobatan lainnya berupa antijamur topikal. Pada penderita HIV/AIDS, dermatitis seboroik bisa mereda dengan sendirinya, seiring dengan pengobatan virus HIV-nya.

Penjelasan di atas bisa sedikit meningkatkan kesadaran Geng Sehat tentang penyakit kulit akibat HIV/AIDS. Namun, Geng Sehat juga perlu tahu bahwa penyakit-penyakit kulit tersebut juga bisa menyerang orang yang tidak memiliki HIV/AIDS.


https://www.guesehat.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam