URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 450 users
Total Pengunjung: 4197859 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Bagaimana Sih Orang Jaman Dulu Merawat Giginya? 
Penulis: https://www.guesehat.com [30/11/2018]
 
Bagaimana Sih Orang Jaman Dulu Merawat Giginya?



Sejak dulu sampai sekarang, masalah pada gigi tidak beranjak dari persoalan gigi berlubang (karies) dan penyakit gusi. Dua kondisi inilah yang memicu gigi tanggal. Meski begitu, ada perbedaan yang cukup signifikan terkait kebiasaan yang merusak gigi, antara orang jaman dulu dan sekarang.

Dijelaskan drg. Bambang Nursasongko, SpKG, atau spesialis konservasi gigi, dibandingkan pada orang jaman dahulu, resiko terkena karies pada masyarakat masa kini lebih meningkat. Pola makan modern turut menambah risiko gigi berlubang. Ini bisa terlihat dari tingginya angka karies di perkotaan ketimbang di desa yang masih lebih mempertahankan kebiasaan jaman dahulu.

“Masyarakat modern seperti di perkotaan, banyak makanan olahan, juga minuman manis dan berkarbonasi. Sehingga banyak karbohidrat yang difermentasi oleh bakteri,” terang drg. Bambang, dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, dalam diskusi media yang diselenggarakan Sasha Halal Toothpaste di Jakarta, 27 November 2017.

Harus diakui, walaupun kini angka karies di pedesaan pun mulai meningkat, akibat terpengaruh pola makan masyarakat kota, orang desa masih lebih banyak mengonsumsi serat. Serat, menurut drg. Bambang, ikut membantu membersihkan gigi dari kotoran. Selain gaya hidup yang berbeda sehingga berdampak ke kondisi gigi, bagaimana dengan perawatannya. Apakah ada perbedaan antara masyarakat dulu dan sekarang?

 
4 Faktor Penyebab Gigi Berlubang

Dijelaskan drg. Bambang, di rongga mulut hidup banyak sekali bakteri seperti halnya di bagian tubuh lainnya. Namun jika hanya ada gigi dan bakteri saja, maka tidak akan menimbulkan masalah. “Begitu ada makanan ia akan diubah oleh bakteri menjadi asam, dan inilah yang menyebabkan gigi mengalami kerusakan,” jelasnya.

Apakah secepat itu? Tidak, Gengs! Jika sisa makanan yang mengendap di permukaan gigi segera Kamu bersihkan, tentu tidak akan menjadi masalah. Di sini, kata drg. Bambang, waktu sangat beperan. “Dalam 3 jam, makanan sudah terfermentasi menghasilkan asam. Jadi empat faktor penyebab gigi berlubang adalah gigi, bakteri, makanan, dan waktu,” jelas drg. Bambang.
Cara Membersihkan Gigi Jaman Dulu dan Sekarang

Dari zaman dulu, orang sudah sadar bahwa kesehatan gigi dan mulut perlu dijaga. Antara lain menggunakan abu gosok, jeruk nipis, sirih, dan siwak, tergantung lokasi daerahnya. Siwak termasuk salah satu chewing stick yang telah digunakan sejak 3.500 tahun lalu.

Ada 182 jenis tanaman yang dulu biasa digunakan sebagai chewing stick. “Hanya siwak yang sampai saat ini masih digunakan karena menjadi bagian dari agama tertentu (Islam). Rasulullah meminta umatnya membersihkan gigi, dan Rasul mencontohkan dengan menggunakan siwak,” tutur DR. Siti Sadiah, Msi, Apt, Dosen Divisi Fisiologi, Dept. Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dan Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.

Siwak berasal dari ranting tanaman Salvadora persica, yang banyak digunakan di daerah Timur Tengah hingga sekarang. Cara menggunakannya, batang siwak sepanjang +20 cm digigit-gigit salah satu ujungnya, hingga terurai seperti sikat. Begitulah cara siwak membersihkan gigi secara mekanik.

Tak hanya membersihkan gigi secara mekanik, siwak juga mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi gigi. Antara lain fluoride, vitamin C, antimikroba (benzyl isotiosianat), sulfur yang bisa mencegah radang gusi, dan tanin. “Tanin menimbulkan kesat pada gigi,” ujar DR. Diah. Rasa kesat pada gigi adalah salah satu tanda, gigi sudah bersih.

Begitu banyak penelitian yang membuktikan manfaat siwak, bila ditelusuri di mesin cari Google ada sekitar 8.000 penelitian terkait siwak. “Tidak heran, siwak telah disetujui oleh WHO sebagai agen oral hygene,” lanjut DR. Diah.

Sekarang membersihkan gigi menjadi lebih mudah dengan adanya sikat gigi dan pasta gigi. Dari sekian banyaknya manfaat siwak, sayangnya masyarakat modern kini tidak lagi melakukannya. Ketidakpraktisan serta kesulitan memperoleh siwak menjadi alasannya. Namun beberapa merek sikat gigi kini sudah mengggunakan kandungan siwak ini.

Sudah siap Gengs kembali ke kebiasaan lama? Terutama dalam menjaga jenis makanan yang lebih ramah untuk gigi. Kurangi makanan manis dan perbanyak makan sayur dan buah. Sikat gigi dengan benar dan tepat waktu. Jangan biarkan sisa makanan terlalu lama menempel di gigi. Gigi Kamu pun akan terlindungi.


https://www.guesehat.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam