URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 16 November 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 330 users
Total Pengunjung: 4149906 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Inilah Tata Cara Shalat Ghaib 
Penulis: https://www.islampos.com [3/11/2018]
 
Inilah Tata Cara Shalat Ghaib


Shalat ghaib yaitu sholat yang dikerjakan saat terdapat seorang muslim atau satu keluarga meninggal dunia di tempat jauh, dengan begitu jenazahnya tak bisa dihadirkan.

Pada pelaksanaannya, sholat ghaib ini sama seperti sholat jenazah, hanya saja berbeda pada niatnya. Bagi Anda yang mungkin mempunyai sanak saudara dimana kini meninggal dunia, akan tetapi tak bisa berkunjung langsung sebab berada di tempat yang begitu jauh. Bisa menjalankan sholat ghaib.

Adapun tata caranya yaitu melaksanakan delapan rukun-rukunnya, perbedaan hanya pada niat salatnya.

Rukun yang pertama, niat. Niat adalah dasar utama dari segala macam ibadah yang kita laksanakan. Sebagaimana shalat pada umumnya, shalat ini pun tidak akan sah jika tidak diniatkan terlebih dahulu. Sebagaimana hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya,”(HR. Muttafaq Alaihi).

Rukun yang kedua, berdiri bila mampu dalam shalat wajib dan sunnah lainnya, seseorang diberikan keringanan untuk shalat dengan posisi duduk, bahkan berbaring jika kondisinya memang tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat sambil berdiri. Begitu pula dengan shalat jenazah dan shalat ghaib.

Rukun yang ketiga, takbir sebanyak 4 kali Sebagaimana hadits Nabi Muhammad dari Jabir ra bahwa Rasulullah menshalatkan jenazah Raja Najasyi dengan shalat ghaib dan beliau bertakbir 4 kali. (Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari: 1245, Muslim: 952 dan Ahmad 3:355).

Rukun yang keempat, membaca surat Al-Fatihah sebagaimana shalat pada umumnya.

Rukun yang kelima. membaca shalawat kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana ketika bacaan sholat pada tahiyyat umumnya.

Rukun yang keenam, memanjatkan doa teruntuk Jenazah. Ini sebagaimana hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya.” (H.R Abu Daud: 3199 dan Ibnu Majah: 1947

Rukun yang ketujuh, berdoa setelah takbir keempat.

Rukun yang kedelapan, salam.

Untuk menyelenggarakan shalat ghaib ada beberapa pendapat bahwa ada perintah untuk disyariatkan shalat ghaib, baik apakah jenazah itu sudah dishalatkan secara langsung ataupun belum dishalatkan.


https://www.islampos.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam