URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
IMAN SIAPAKAH YANG TELAH MERASUK DALAM TULANG SUMSUM ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2018]
   
SY. ABU UBAIDAH BIN AL-JARRAH KESAYANGAN RASULULLAH SAW 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/10/2018]
   
KRITERIA IMAM SHALAT BERJAMAAH YANG DIANJURKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/10/2018]
   
SANG PEMUDA BERILMU YANG TERHORMAT ITU, SY. ABDULLAH BIN ABBAS RA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 16 Oktober 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 288 users
Total Pengunjung: 4106107 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Bisakah Kanker Nasofaring Disembuhkan? 
Penulis: https://www.klikdokter.com  [29/7/2018]
 
Bisakah Kanker Nasofaring Disembuhkan?


Kanker nasofaring menduduki lima peringkat teratas penyebab kanker di Indonesia. Benjolan di leher disertai mimisan dan gangguan pendengaran merupakan sedikit dari beberapa gejalanya. Deteksi dini penyakit ini sangat penting karena keberhasilan pengobatan bergantung pada stadium kanker. Makin cepat ditemukan dan diatasi, makin baik pula kesembuhan pasien.

Terapi kanker nasofaring memerlukan kerja sama tim dokter dari berbagai departemen (tim multidisiplin). Penentuan pengobatan pasien ditentukan berdasarkan:

  lokasi kanker (hanya sebagian/keseluruhan nasofaring),
  ukuran kanker,
  penyebaran kanker (metastasis),
  * jenis kanker,
  abnormalitas bentuk sel melalui mikroskop,
  kesehatan pasien secara menyeluruh.

Sebelum mengetahui jenis pengobatan untuk kanker nasofaring, alangkah baiknya mengenal stadium kanker nasofaring. Stadium kanker ditentukan berdasarkan penyebaran kanker tersebut. Sel kanker dapat menyebar melalui jaringan, kelenjar getah bening, dan pembuluh darah. Jika kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya, maka disebut sebagai metastasis. Contoh, kanker nasofaring bisa menyebar ke hati atau paru.

Stadium I ialah kanker yang hanya terbatas di nasofaring, tanpa ada pembesaran kelenjar getah bening dan tidak ada penyebaran jauh/ke organ tubuh lain. Sedangkan Stadium IV ialah kondisi ketika kanker sudah menyebar ke bagian otak, jaringan lain, tulang dengan metastasis jauh. Makin besar stadium, makin luas jaringan yang terkena sel kanker dan makin jauh penyebarannya ke organ tubuh lain. 

Pengobatan kanker nasofaring

Terdapat beberapa jenis pengobatan kanker nasofaring, yaitu radioterapi, kemoterapi, dan operasi serta bisa pula ditambahkan perawatan paliatif.

1. Radioterapi

Radioterapi masih menjadi pilihan utama penanganan kanker nasofaring. Radioterapi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi atau jenis radiasi lainnya, untuk membunuh dan mencegah pertumbuhan sel kanker. Pada pasien kanker nasofaring stadium I, biasanya bisa ditangani menggunakan terapi radiasi ini saja. Sedangkan pada stadium II-IV membutuhkan tambahan kemoterapi.

2. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker dengan mengunakan obat untuk menekan pertumbuhan sel kanker dengan membunuh atau menghentikan pembelahan sel kanker. Pada kasus kanker nasofaring, kemoterapi sering kali dijadikan terapi tambahan setelah radiasi untuk membunuh sisa sel-sel kanker. Terapi ini disebut kemoradiasi.

3. Pembedahan

Pembedahan tidak lazim dilakukan untuk menangani kanker nasofaring karena lokasi nasofaring yang sulit dijangkau dan berdekatan dengan saraf-saraf penting otak serta pembuluh darah. Biasanya pembedahan dilakukan untuk membuang benjolan di leher yang tidak menghilang menggunakan terapi radiasi, atau muncul kembali setelah terapi radiasi selesai. Namun, pembedahan ini memiliki syarat, tumor induknya sudah hilang.

4. Terapi paliatif

Selain ketiga terapi di atas, yang tak kalah penting ialah terapi paliatif yang bertujuan untuk membuat pasien lebih tenang dan meningkatkan kualitas hidup seperti penanganan efek samping kemoradiasi dan pengurangan nyeri.

Bisakah kanker nasofaring kambuh? Ya, kanker nasofaring memiliki risiko untuk kambuh kembali. Oleh karena itu, meski dinyatakan sembuh, pasien tetap harus kontrol atau melakukan follow-up jangka panjang. Kekambuhan masih dapat ditemukan hingga 10 tahun setelah remisi.

Jika berbicara mengenai harapan hidup, angka harapan hidup pasien kanker nasofaring stadium awal dengan stadium lanjut dalam 5 tahun sangat terlihat mencolok perbedaannya. Angka harapan hidupnya yaitu 72% untuk stadium I, 64% untuk stadium II, 62% untuk stadium III dan 38% untuk stadium IV. Untuk itu, deteksi dan diagnosis dini sangatlah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

https://www.klikdokter.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam