URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 278 users
Total Pengunjung: 4197478 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Cerita Muslim Indonesia di Amerika, Jauh dari Keluarga Saat Idul Fitri 
Penulis: https://www.liputan6.com [23/7/2018]
 
Cerita Muslim Indonesia di Amerika, Jauh dari Keluarga Saat Idul Fitri


Tinggal jauh dari tanah air tidak mematahkan semangat Idul Fitri para perantau muslim asal Indonesia di Amerika. Di hari yang suci ini, umat muslim Tanah Air berkumpul bersama untuk salat Id dan bersilaturahmi, sambil menikmati hidangan khas nusantara.

Seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (15/6/2018), silaturahmi dengan keluarga besar menjadi salah satu tradisi masyarakat muslim Indonesia di hari lebaran. Namun, lain halnya dengan masyarakat muslim Indonesia di Amerika yang tidak bisa pulang ke Tanah Air untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tahun ini.

Hal ini menjadi sebuah perbedaan yang dirasakan oleh Vicha Annisa, mahasiswi S2 jurusan kesehatan publik di Universitas George Washington, di Washington, D.C. Tidak hanya jauh dari keluarga, sebagai umat muslim yang tergolong minoritas di Amerika, ia merasakan kurangnya semarak Idul Fitrijika dibandingkan dengan di Indonesia.

"Perbedaan lebaran di Indo dan di amerika itu yang pertama karena muslim disini minotrity jadi saya ngerasa euphorianya sebenarnya kurang, tapi kalau misalnya udah gabung lagi ke komunitas Indonesia yang ada di Washington, D.C., misalnya di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), terus teman-teman PERMIAS atau juga di IMAAM Center, itu ada lah semaraknya untuk lebaran," papar Vicha Annisa saat dihubungi oleh VOA belum lama ini.

Bagi warga Indonesia, Luli Djamaludin yang tinggal di negara bagian Virginia, tak jauh dari ibu kota Washington, D.C., kerinduan terhadap keluarga dan kampung halaman juga terasa ketika merayakan lebaran di Amerika.

"Kalau Idul fitri iya terasa sekali rindunya terhadap kampung halaman, karena yang saya dan keluarga rindukan tentunya saat bisa berkumpul bersama keluarga, handai taulan di hari Idul Fitri, salat Eid bersama dan menikmati hidangan lebaran dengan keluarga besar," kata perempuan yang berprofesi sebagai perancang bunga di Virginia ini.

Karena Idul Fitri tahun ini jatuh di hari Jumat di Amerika, Luli sudah meminta izin libur kepada pihak perusahaan jauh-jauh hari.

"Sehingga tidak mengganggu rutinitas pekerjaan. Bahkan selama bulan Ramadan pun mereka memberikan jam pulang lebih awal," kata Luli.

Sama halnya dengan Luli, Vicha pun tidak libur kuliah, sehingga ia harus meminta izin kepada dosen untuk tidak masuk agar bisa merayakan Idul Fitri.

"Kalau kelasnya tabrakan sama lebaran jadi kayak harus ngejelasin dulu kalau kita ada lebaran. Dan mereka cukup understandable tentang kegiatan lebaran ini," jelas perempuan yang sudah hampir tiga tahun bermukim di Amerika ini.

Tiap tahun komunitas muslim Indonesia yang tinggal di daerah Washington, D.C. menyewa tempat untuk melakukan salat Idul Fitri bersama. Namun, Vicha memilih tempat salat yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

"Salat Id-nya sebenarnya kalau komunitas Indonesia sendiri itu ada ya, salat Id-nya ramai-ramai, kalau enggak salah di NOVA Community College di Virginia. Tapi kalau saya sendiri kebetulan selalu salat yang lebih deket dari apartemen, di Islamic Center," ujar Vicha yang juga tengah mengambil kuliah di bidang bisnis di universitas Shady Grove ini.

Berasal dari keluarga Minang yang menurut Vicha terkenal senang berkumpul bersama, biasanya di waktu lebaran, keluarga besarnya datang dari berbagai penjuru di Indonesia dan mengadakan open house untuk makan bersama, sambil bermaaf-maafan.

"Nah, tapi karena di (Amerika) gitu kan lebarannya, jadi lebih kepada sama teman-teman gitu. Terus habis salat Idul Fitri langsung ke KBRI makan ketupatnya di sana, dan open house-nya ya ikut open house KBRI sekarang," kata alumni S1 dari Universitas Lampung jurusan kedokteran ini.

https://www.liputan6.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam