URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/12/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/12/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 19 Desember 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 281 users
Total Pengunjung: 4197481 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Iktikaf dan Segala Macam Seluk-beluknya 
Penulis: https://www.liputan6.com [7/6/2018]
 
Iktikaf dan Segala Macam Seluk-beluknya

Dalam 10 hari terakhir Ramadan, kita sangat dianjurkan melaksanakan iktikaf. Ibadah ini biasa dikerjakan oleh Rasulullah, Muhammad SAW.

Jika menurut bahasa, iktikaf berasal dari kata `akafa yang bermakna `memenjarakan`. Sedangkan secara istilah fikih, iktikaf artinya `berdiam di dalam masjid dengan tata cara tertentu dan disertai niat.`

Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, iktikaf merupakan ibadah dengan memenjarakan diri di dalam masjid. Orang yang beritikaf menyibukkan diri dengan pelbagai ibadah, baik salat, zikir, maupun membaca Alquran.

Terkait hukumnya, ijmak ulama menyatakan iktikaf adalah sunah. Tetapi, masing-masing ulama berbeda pandangan mengenai derajat kesunahan iktikaf.

Mazhab Hanafi menghukumi iktikaf di 10 hari terakhir sebagai amalan sunah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan.

Mazhab Maliki menghukuminya mandub muakad, bukan sunah. Mandud yaitu segala sesuatu yang dijalankan mendapatkan pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapatkan siksa.

Mazhab Syafi`i memandang iktikaf dikerjakan kapan pun adalah sunah muakad. Sedangkan Mazhab Hambali memandang iktikaf adalah sunah, dan lebih tinggi sunahnya jika dikerjakan di bulan Ramadan.

Para ulama menyatakan iktikaf tidak wajib meski sering dilakukan Rasulullah SAW. Sebabnya, banyak sahabat yang tidak ikut iktikaf dan tidak dilarang oleh Rasulullah.

Iktikaf memiliki sedikitnya empat rukun yang harus terpenuhi. Pertama, orang yang beritikaf diharuskan seorang muslim, berakal, balig, suci dari janabah, tidak haid atau nifas bagi wanita.

Rukun kedua adalah berniat iktikaf. Niat berfungsi menegaskan ibadah apa yang akan dilakukan. Selain itu, niat juga menegaskan hukum iktikaf sendiri.

Rukun ketiga, tempat iktikaf. Ulama sepakat tempat yang digunakan untuk iktikaf adalah masjid. Selain itu, iktikaf tidak sah.

Sedangkan rukun keempat adalah menetap di masjid.

https://www.liputan6.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam