URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
WASIAT AMAL YANG DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/4/2018]
   
UCAPAN SALAM SUDAH ADA DI JAMAN NABI ADAM AS 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 23 April 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 384 users
Total Pengunjung: 3866731 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Mufti Besar Palestina Larang Penjualan Properti di Baitul Maqdis 
Penulis: http://sahabatalaqsha.com [13/4/2018]
 
Mufti Besar Palestina Larang Penjualan Properti di Baitul Maqdis


LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Mufti Besar Baitul Maqdis dan wilayah-wilayah Palestina, Syaikh Mohammed Hussein mengeluarkan keputusan yang melarang penjualan atau pemberian kemudahan penjualan atau kepemilikan properti apapun di Baitul Maqdis kepada penjajah Zionis.

“Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha adalah wakaf Islam yang tidak dapat dipindahtangankan, tidak bisa dijual, diserahkan atau diwariskan, dan tidak seorang pun memiliki hak untuk melepaskannya,” katanya. “Pengabaian terhadap Baitul Maqdis atau bagian darinya, atau bagian dari Masjidil Aqsha untuk musuh seperti halnya menelantarkan Makkah atau Madinah.”

Penjajah Zionis telah merampas petak-petak tanah yang luas di area tersebut melalui pemalsuan atau ditetapkannya undang-undang termasuk Absentees Property Law. Anggota Komite untuk Pertahanan Tanah dan Real Estate di Silwan, Fakhri Abu Diab mengatakan bahwa otoritas ‘Israel’ dan asosiasi-asosiasi permukiman ilegal Yahudi telah merampas hampir 13 persen dari kota Silwan yang memiliki area seluas 5,640 dunum (5,6 kilometer persegi) dengan menggunakan Absentee Property Law atau perampasan.

Absentee Property Law adalah UU yang menetapkan bahwa orang-orang yang diusir, melarikan diri, atau meninggalkan negara setelah 29 November 1947, terutama dikarenakan perang, maka properti bergerak dan tidak bergerak mereka (terutama tanah, rumah, rekening bank dan sebagainya) merupakan “absente”. Properti milik para absente berada di bawah kekuasaan ‘Israel’.

“Mereka yang menyerahkan properti-properti Kristen atau Islam berarti memilih untuk berada di pihak penjajah yang ingin meyahudisasi kota Baitul Maqdis,” tambahnya.

Menurut Pusat Informasi Wadi Hilweh, sekitar 50 permukiman ilegal Yahudi telah dibangun di kota Silwan, sebagian besar di kawasan Wadi Hilweh yang paling dekat dengan Masjidil Aqsha. Pusat Informasi tersebut mengatakan pada Quds Press bahwa permukiman-permukiman ilegal Yahudi itu merupakan hasil dari merampas tanah warga Palestina, baik melalui penyitaan, perampasan ilegal atau dengan menetapkan UU perampasan.


http://sahabatalaqsha.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam