URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
WASIAT AMAL YANG DAPAT MENINGGIKAN DERAJAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/4/2018]
   
UCAPAN SALAM SUDAH ADA DI JAMAN NABI ADAM AS 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/4/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 23 April 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 384 users
Total Pengunjung: 3866732 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Dewan Keamanan PBB Segera Bahas Serangan Kimia di Suriah 
Penulis: http://internasional.republika.co.id [10/4/2018]
 
Dewan Keamanan PBB Segera Bahas Serangan Kimia di Suriah


REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akan mengadakan pertemuan pada Senin (9/4) waktu setempat. Rapat dilakukan guna membahas serangan kimia yang terjadi di Suriah. Pertemuan diadakan atas permintaan Rusia dan Amerika Serikat (AS).

Rusia meminta pertemuan diadakan diantara 15 negara anggota DK PBB guna membahas ancaman terhadap perdamaian dan keaman internasional. Meski demikian, pembahasan lebih rinci dari topik tersebut masih belum dikethui secara pasti.

Tak lama berselang, AS, Prancis, Inggris, Swedia, Polandia, Belanda, Kuwai, Peru dan Pantai Gading meminta pertemuan serupa. Namun, pertemuan yang digagas sisa anggota DK PBB lainnya itu ditujukan untuk membahas serangan kimia yang terjadi di Suriah.

"DK akan berkumpul dan meminta semua anggota untuk segera memberikan respon dan memberikan dukungan kepada tim penyelidik independen," kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

Tim investigasi ditugasi untuk menyelidiki peristiwa penembakan gas beracun. Mereka juga dibebankan tugas untuk menemukan pelaku yang menembakan gas mematikan tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan `pembayaran mahal` atas peristiwa penembakan senjata kimia tersebut. Hingga saat ini belum diketahui pihak yang bertanggung jawab atas penembakan gas beracun tersebut.

Serangan gas beracun terjadi di Douma, Ghouta Timur di Suriah pada Sabtu (7/4) malam waktu setempat. Sedikitnya 49 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Douma merupakan wilayah yang masih dikuasai kelompok oposisi Suriah.

Pemerintah Suriah disebut bertanggung jawab atas serangan terbaru di Douma. Kendati, mereka menolak dipersalahkan atas peristiwa tersebut. Presiden Suriah Bashar al-Assad membantah telah meluncurkan serangan tersebut. Assad dan Rusia menyebut laporan yang ada merupakan informasi palsu.


http://internasional.republika.co.id
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam