URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/5/2018]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 27 Mei 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 68 users
Total Pengunjung: 3910924 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Penjajah Zionis Usir Gadis Palestina Asal Tepi Barat ke Gaza Tanpa Beritahu Orangtuanya 
Penulis: http://sahabatalaqsha.com [2/2/2018]
 
Penjajah Zionis Usir Gadis Palestina Asal Tepi Barat ke Gaza Tanpa Beritahu Orangtuanya


BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Jum’at (Middle East Monitor | PIC): Lembaga swadaya masyarakat ‘Israel’, HaMoked, mengungkapkan bahwa otoritas penjajah Zionis mengusir paksa gadis Palestina berusia 14 tahun dari Tepi Barat terjajah ke Jalur Gaza terblokade tanpa memberitahukan hal itu kepada orangtuanya.

Menurut HaMoked, Ghada ditangkap serdadu Zionis pada 13 Januari karena berada di Baitul Maqdis tanpa izin yang dikeluarkan militer Zionis. Ketika ditangkap, Ghada baru saja kembali ke rumah setelah mengunjungi bibinya di Issawiya, bagian dari Timur Baitul Maqdis terjajah.

Lahir di Ramallah, Ghada tinggal dengan keluarganya di Al-Ram, Tepi Barat. Ayahnya lahir di Jalur Gaza. Ketika Ghada lahir, otoritas ‘Israel’ mendaftarkan alamatnya sebagai Gaza (‘Israel’ tetap mengendalikan Pencatatan Populasi untuk Warga Palestina di wilayah Palestina terjajah).

Setelah ditangkap, Ghada dibawa untuk diinterogasi dan kemudian dipenjara selama pemeriksaan. Orangtuanya tidak hadir sepanjang proses ini. Pada 15 Januari Ghada diberitahu akan dibebaskan di pos pemeriksaan Qalandiya, yang hanya berjarak beberapa menit dari tempat tinggalnya. Namun, Ghada terkejut ketika dibebaskan di pelintasan Erez di Jalur Gaza dan tidak diizinkan kembali ke rumah keluarganya di Tepi Barat terjajah.

Menurut Abeer Jubron Dakour, pengacara penanggung jawab dokumen Ghada, otoritas Zionis belum mengabari Ghada kapan ia diizinkan kembali ke Tepi Barat. Padahal, Ghada menderita penyakit epilepsi dan berada jauh dari keluarganya akan memperburuk keadaannya. Dakour menjelaskan, selama menunggu waktu kembali ke Tepi Barat kini Ghada menetap di rumah kerabat ayahnya di Gaza.

Menurut Hamoked, ada sekitar 21.000 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, tapi alamat mereka terdaftar sebagai Gaza. ‘Israel’ menolak untuk memperbarui alamat mereka dan menganggap mereka “orang asing ilegal”, kecuali jika mereka memiliki izin khusus dari militer penjajah Zionis untuk tinggal di Tepi Barat.

Menurut data resmi militer ‘Israel’ yang diberikan kepada HaMoked, tahun lalu sekitar 27 warga Palestina di Tepi Barat diusir paksa ke Jalur Gaza.* (Middle East Monitor | PIC | Sahabat Al-Aqsha)


http://sahabatalaqsha.com
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam