URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
HUTANG ITU BISA DISETARAKAN DENGAN KEKUFURAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/1/2018]
   
DI AKHIR JAMAN, BERMUNCULAN PARA PENIPU AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/1/2018]
   
MAAFKANLAH ANAKMU WAHAI BUNDA TERCINTA 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/12/2017]
   
PARA PEJUANG DAN SYUHADA PALESTINA, SELALU DIKENANG SEPANJANG MASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/12/2017]
   
BERAKHLAQLAH YANG BAIK, JANGAN BERLAKU NORAK !! 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/12/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 18 Januari 2018
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 560 users
Total Pengunjung: 3745552 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Psikosomatik, Sakit Pikiran yang Bikin Sakit Fisik 
Penulis: https://tirto.id [10/1/2018]
 
Psikosomatik, Sakit Pikiran yang Bikin Sakit Fisik


    Otak merespon rasa sakit psikis serupa dengan respon rasa sakit fisik di tubuh

Individu dengan sakit pikiran sering mendapat penanganan kurang tepat sehingga diberi obat-obatan pereda nyeri jangka pendek.
tirto.id - Pernahkah merasa sedih teramat sangat sehingga membikin dada sesak? Pusing karena tekanan kerja, atau sakit perut karena gugup? Yang paling jamak mungkin patah hati, membuat orang pusing, sesak di dada, dan demam.

Gejala di atas merupakan tanda psikosomatik. Orang-orang lazim menyebutnya sebagai “sakit pikiran”. Beragam ekspresi sedih, marah, gugup, patah hati, atau stres membuktikan bahwa sakit psikis dapat menimbulkan ragam penyakit fisik yang menyiksa tubuh.

Penelitian Edward E. Smith, dkk, pada tahun 2011 menunjukkan hubungan antara keduanya. Mereka melakukan pengamatan pada 40 orang responden yang mengalami patah hati selama 6 bulan terakhir. Pada percobaan pertama, responden diminta memandang foto mantan orang terdekat untuk mengukur rasa sakit psikis. Perlakuan tersebut bertujuan memunculkan efek penolakan di benak responden.

Lalu pada percobaan kedua, mereka diberi rangsang panas di lengan sebagai parameter rasa sakit fisik. Hasilnya menunjukkan jaringan di daerah otak yang merespon rangsang sensorik sakit fisik (korteks somatosensori sekunder dan insula posterior dorsal) aktif pada percobaan pertama.
Pengukuran oleh MRI menyatakan rasa sakit psikis akibat penolakan mantan setara dengan rasa sakit akibat kulit terbakar. Artinya, otak merespon rasa sakit psikis serupa dengan respon rasa sakit fisik di tubuh.

“Hubungan antara fisik dengan emosional erat sekali. Individu yang tak bisa mengekspresikan emosinya mengalihkan ke kondisi fisik,” jelas DR. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH, psikiater sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza di Kementerian Kesehatan kepada Tirto.

Alan Fogel, Ph. D., seorang profesor psikologi di Universitas Utah mengatakan depresi, kegelisahan, dan ragam penyakit psikologis lainnya berhubungan dengan saraf tertentu. Mekanisme ini yang sering diabaikan para psikolog : bahwa otak terhubung dengan saraf ke bagian tubuh lainnya– di mana ekspresi yang ingin dimunculkan gagal terwujud –.

“Misalnya ketika menahan jeritan marah maka saya masih merasakan sisa ketegangan otot leher dan rahang,” kata Alan.

Penyakit pikiran juga membikin jantung dan napas tidak selaras sehingga mengaktifkan sistem saraf simpatik. Seolah sedang menghadapi ancaman, denyut jantung dan tekanan darah akan meningkat, menciptakan rasa sakit di dada.

“Ini alasan orang yang memiliki hubungan buruk cenderung punya masalah kardiovaskular.”

Di Indonesia, meski prevalensi penduduk yang mengalami sakit psikis (gangguan mental emosional ringan dan sedang) berdasar Riskesdas 2013 hanya sebesar 6,0 persen. Namun dr Fidiansjah meyakini ketika diuji dengan metodologi yang lebih tajam dan melibatkan pakar khusus, maka realitasnya bisa mencapai sekitar 20 persen.

“Survei nasional hanya menggunakan pertanyaan standar dan tidak harus psikiater yang melakukannya.”


https://tirto.id
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2018 Oleh Pejuang Islam