URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
AYOO, ZIARAH KUBURAN ... ! 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
DAJJAL ITU BUTA MATA SEBELAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/8/2017]
   
UMAT ISLAM AKAN DITIMPA MALAPETAKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [26/7/2017]
   
LARANGAN MENIMBUN BARANG 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/7/2017]
   
LANGKAH SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKAH) 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 18 Agustus 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 657 users
Total Pengunjung: 3553747 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Jangan Menyepelekan Sakit Maag 
Penulis: https://tirto.id [10/8/2017]
 
Jangan Menyepelekan Sakit Maag


 Setelah lama tak terlihat di layar kaca, Ryan Thamrin, pembawa acara Dr OZ tiba-tiba jadi pemberitaan. Ia meninggal dunia pada Jumat (4/8/2017) di Pekanbaru, Riau. Warganet sempat dibuat pilu dengan beredarnya foto sang dokter sebelum meninggal. Dalam foto tersebut, Ryan tampak kurus, berbeda jauh dari kondisi fisiknya saat masih memandu acara.

Ryan Thamrin dikabarkan menderita maag akut selama setahun terakhir. Sebuah penyakit atau kondisi maag sudah tak asing di telinga orang Indonesia. Gastritis, atau biasa dikenal dengan sakit maag seringkali disepelekan dan tak ditangani dengan serius. Bahkan beberapa pasien kemudian datang dengan kondisi yang bertambah parah akibat tak mendapat pengobatan dengan baik.

Ryan Thamrin dikabarkan menderita maag akut selama setahun terakhir. Sebuah penyakit atau kondisi maag sudah tak asing di telinga orang Indonesia. Gastritis, atau biasa dikenal dengan sakit maag seringkali disepelekan dan tak ditangani dengan serius. Bahkan beberapa pasien kemudian datang dengan kondisi yang bertambah parah akibat tak mendapat pengobatan dengan baik.
Di seluruh dunia, kejadian gastritis menimpa sebanyak 1,8-2,1 juta orang setiap tahun. Menurut WHO (2007) banyak negara-negara di dunia mendapatkan persentase angka kejadian gastritis yang besar. Inggris misalnya, sebanyak 22 persen masyarakatnya menderita penyakit ini, sementara itu di China memiliki tingkat kejadian sebanyak 31 persen, Jepang 14,5 persen, Kanada 35 persen, dan Perancis 29,5 persen. Di Indonesia, gastritis diderita kurang lebih 40,8 persen masyarakat.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, kejadian gastritis di beberapa kota Indonesia bisa dikatakan cukup tinggi. Di Kota Medan misalnya, angka kejadian gastritis mencapai 91,6 persen, disusul Jakarta 50 persen, Denpasar 46 persen, Bandung 35,3 persen, Palembang 32,5 persen, Aceh 31,7 persen, Surabaya 31,2 persen, dan 31,2 persen di Pontianak.

Dalam hitungan per 100 ribu orang, gastritis dan duodenitis di Indonesia memengaruhi kematian 4 dari 12 orang. Penyakit ini juga memengaruhi kesehatan masyarakat sebanyak 41 persen. Pada 2013, kematian akibat penyakit ini yang menyasar perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki. Pada hitungan per 100 ribu wanita terdapat 15,3 kematian, sedang untuk pria memakan korban sebanyak 12 per 100 ribu laki-laki.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam dari RSI Jakarta, membenarkan tingginya tingkat kejadian penyakit gastritis di Indonesia. Menurut penelitiannya angka kejadian gastritis di DKI Jakarta saja mencapai 40 persen. Sayangnya, meski angka kejadiannya tinggi, tapi gastritis seringkali dianggap penyakit yang tidak berbahaya. Padahal, penyakit ini dapat menginfeksi dan membuat luka tak hanya di lambung, tetapi juga kerongkongan, usus 12 jari, empedu, atau pankreas.

“Bisa juga berkembang menjadi kanker perut karena infeksi bakteri helicobacter pylori. Di Indonesia kasus ini prevalensinya sekitar 20 persen, satu dari lima orang yang terkena maag, terinfeksi bakteri ini,” katanya kepada Tirto.

Ia menganjurkan kepada pasien terindikasi gastritis untuk tidak menyepelekan. Jika gejala seperti nyeri di ulu hati, perut terasa kenyang, dan mual, pasien bisa mengonsumsi antasida yang dijual di pasaran. Namun, jika sakit berlanjut hingga 2-3 hari maka perlu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

“Ini banyak orang yang meninggal karena sakit di dada sebelah kiri, bilangnya angin duduk, ya karena itu,” kata Ari.


https://tirto.id
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam