URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
HARTA HALAL vs HARTA HARAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/11/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 18 November 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 614 users
Total Pengunjung: 3663053 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - MEDIA GLOBAL
 
 
Kebijakan Anti-Islam di Xianjiang, Umat Muslim Uighur Dilarang Ibadah 
Penulis: www.islampos.com [8/5/2017]
 
Kebijakan Anti-Islam di Xianjiang, Umat Muslim Uighur Dilarang Ibadah


Selama puluhan tahun, tekanan terhadap Muslim Uighur dari Beijing lebih keras dibanding terhadap Muslim dari suku lain di Cina, katakanlah etnis Hui.

Selama bulan suci Ramadhan, otoritas Kashgar memberlakukan tindakan yang luar biasa untuk mencegah orang-orang menjalankan ibadah puasa. Kafetaria di beberapa kantor pemerintah diarahkan untuk mencatat siapa yang makan siang dan tidak. Restoran diharuskan tetap buka pada siang hari, meski tidak ada pembeli.

Tekanan di sekolah dan perguruan tinggi lebih-lebih lagi. Para siswa diminta makan siang bersama guru mereka dan dipaksa minum dari botol air mineral pada pukul 16.00. “Anda tidak bisa meninggalkan kelas sampai Anda meminum setidaknya sepertiga botol,” kata seorang mahasiswa berusia 21 tahun di Kashgar Normal University, seperti dikutip Slate, Minggu (7/3/2017).

Sebaliknya, pejabat universitas melarang mahasiswa makan setelah matahari terbenam. Petugas asrama akan melakukan inspeksi mendadak antara pukul 02.00 sampai 04.00 untuk memastikan tidak ada yang menyelinap untuk
Tahun lalu, delapan mahasiswi yang mengunci pintu asrama mereka untuk menentang peraturan tersebut diberi hukuman administratif. Mereka diberi pilihan untuk tunduk pada aturan atau tetap kuliah tapi tidak menerima ijazah. Selain itu, juga ada pemeriksaan langsung pada laptop, iPad, dan ponsel cerdas mereka untuk memastikan tidak ada konten religius di dalamnya.

“Mereka tidak ingin kita mendengarkan lagu dalam bahasa Arab atau apapun yang berhubungan dengan agama,” kata mahasiswi berusia 21 tahun ini. Termasuk dalam daftar yang haram untuk didengarkan ada lah lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Maher Zein, penyanyi lagu-lagu religi asal Swedia.

Soal penampilan, negara pun menentukan garis merah. Perempuan dilarang menutupi kepala mereka sama sekali, bahkan dengan saputangan. Jenggot dan kumis dilarang untuk laki-laki. Sebuah lelucon di kalangan mahasiswa adalah mereka merekayasa potret Marx, Lenin, dan Engels dengan menghapus cambangnya.


islampos.com

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
Kembali Ke Index Berita
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam